oleh

IPB Kehilangan Alumnus Terbaiknya, Mohammad Nadjikh Meninggal Dunia di Surabaya

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Institut Pertanian Bogor (IPB) kehilangan salah satu alumni terbaiknya, Ir. Mohammad Nadjikh, alumnus Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN) Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) IPB University. Almarhum meninggal pada 17 April 2020 di Surabaya, Jawa Timur.

“Hari ini Jumat, 17 April 2020, keluarga besar IPB Bogor merasakan duka yang sangat mendalam atas meninggalnya almarhum. IPB Bogor sangat kehilangan salah satu alumni terbaik, yang telah banyak menebar kepedulian yang sangat tinggi baik kepada almamaternya maupun kepada masyarakat luas,” tutur Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria, Jumat (17/4/2020).

Menurutnya, IPB merrasa duka yang mendalam, karena almarhum terpilih untuk duduk di Majelis Wali Amanat (MWA) IPB University dari unsur tokoh masyarakat, dan dipercaya untuk menjabat sebagai Wakil Ketua MWA IPB University, periode 2019-2024.

 

“Semoga almarhum husnul khotimah dan terus mengalir pahala dari amal jariyah dan ilmu bermanfaat yang telah ditorehkan selama hidupnya, “ kata Rektor.

Hal senada juga dikatakan, Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) IPB, Prof Dr Ir Tridoyo Kusumastanto, MS, dirinya menjadi saksi, bahwa almarhum adalah insan yang sholeh dan baik amalannya. Dirinya sangat berduka kehilangan sosok yang kreatif, inovatif, berpikiran jauh kedepan untuk kemajuan IPB dan bangsa. Kedermawanan dan komitmennya almarhum dalam membantu mahasiswa serta masyarakat sangat dihargai dan perlu diteladani.

“Selamat jalan menghadap Sang Khalik sahabat, semoga Alloh SWT memberikan tempat terbaik disisi-NYA dan keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran. Aamiin YRA”, doanya kepada almarhum.

Lebih lanjut Tridoyo Kusumastanto mengungkapkan, bahwa almarhum lahir di Gresik, Jawa Timur, 8 Juni 1962, merupakan lulusan bidang Teknologi Industri Pertanian ini kemudian mendirikan PT Kelola Mina Laut (KML) pada tahun 1994. Kelompok perusahaan ini sudah melayani permintaan pembeli dari berbagai benua seperti Jepang, Taiwan, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Australia, Eropa, dan Timur Tengah.

“Melalui perusahaannya ini, ia telah menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari tujuh ribu tenaga kerja, lebih dari 600 usaha kecil menengah (UKM) dan lebih dari 125 ribu nelayan sebagai pemasok bahan baku bagi industrinya,” imbuhnya.

(Piya Hadi)

Komentar