oleh

IPW Minta Kapolri Agar Penyidik Polrestabes Semarang Periksa Pejabat PIP Semarang Terkait Tewasnya Seorang Taruna

INILAHONLINE.CON, JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) meminta kepada Kapolri melalui Kapolda Jateng untuk memerintahkan penyidik Polrestabes Semarang yang menangani kasus kematian taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Zidan Muhammad Faza (21), yang diduga kuast dilakukan oleh para seniornya. Hal itu disampaikan oleh Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso, SH, MH kepada inilahonline.com melalui keterangan tertulisnya, Jumat (24/9/2021).

“Kami meminta kepada Kapolri agar penyidik Polrestabes Semarang memanggil dan memeriksa para Pejabat PIP Semarang, terkait tewasnya seorang Taruna yang diduga akibat dianiaya oleh para seniornya. Pasalnya, dalam kasus ini Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran ( PIP ) Semarang  dan Wakil Direktur (Wadir) III Bidang Ketarunaan harus bertanggungjawab,” tegasnya.

Menurut Ketua IPW yang juga Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), pihaknya mendesak kepada penyidik Polrestabes Semarang untuk memanggil juga Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. 

“Pemeriksaan terhadap Direktur dan Wadir III Bidang Ketarunaan tersebut, karena mereka yang bertanggung jawab langsung dalam sistem pendidikan di politeknik ilmu pelayaran Semarang,” tandasnya.

Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang

Menurut Ketua IPW itu, pemanggilan terhadap Kepala Pusat Pengembangan Sumberdaya Daya Manusia Perhubungan Laut, berkenaan dengan masih adanya tradisi Tata Laksana Angkatan Laut dan Kepelabuhan (TALKA) yang masih dierapkan dan dilakukan di lembaga pendidikan yang dinaunginya. 

“Karena tradisi TALKA sering menerapkan kekerasan dimana senior memukul junior sebagai dalih bagian pembinaan. Padahal, kekerasan sangatlah dilarang oleh kementerian yang menaunginya,” ujar Sugeng.

Para tersangka digiring petugas untuk menjalani rekonstruksi

Untuk itu, IPW meminta pengusustan dan penuntasan kasus tewasnya seorang taruna di PIP Semarang ini secara profesional dan transparan, sehingga pengawasan yang ketat sangat diperlukan. Dengan begitu, kematian seorang Taruna PIP bernama Zidan akibat pukulan para seniornya tersebut, harus juga menjadi tanggungjawab pimpinan lembaga. 

“Sebelumnya, penyidik polrestabes Semarang sendiri, Kamis (16 September 2021) telah menggelar rekonstruksi tewasnya Zidan. Reka ulang yang digelar di Mapolrestabes Semarang tersebut menghadirkan para pelaku,” ungkapnya.

Menurutnya,  kelima pelaku yaitu Aris Riyanto (25), Andre Arsprilla Arief (25), Albert Jonathan Ompu Sungu (23), Caesar R Bintang Samudra Tampubolon (22), dan Budi Darmawan (22). Belasan saksi yang merupakan teman satu angkatan korban juga datang.

Dengan tangan terbogol, para tersangka dengan menutupi wajahnya ketika akan menjalani rekonstruksi

“Dalam rekonstruksi itu tampak para junior dikumpulkan oleh para seniornya pada Senin (6 September 2021) di mess Jl Genuk Krajan II No 8, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Candisari, Kota Semarang. Para junior itu kemudian mendapatkan tinju oleh seniornya, sementara junior yang berbadan besar dihajar dengan dengkul di bagian perut,” bebernya.

Lebih lanjut Sugeng mengatakan, bahwa korban, Zidan M Faza terlihat mendapatkan kontak fisik dari para seniornya. Tampak yang terakhir memukul korban adalah tersangka Caesar. “Para senior dan junior menjadi panik ketika korban jatuh setelah dipukul Caesar. Korban kemudian dibawa ke RS Roemani Semarang tetapi nyawanya tidak tertolong,” katanya.

Sementara itu, menurut Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Agus Supriyadi ada 20 adegan dalam rekontruksi tersebut. Dikatakannya, ada temuan baru dimana saat pertama kali pelaku mengaku memukul sekali. Nyatanya, terbukti ada tambahan pukulan menggunakan lutut. 

Salah satu tersangka ketika melakukan adegan dalam rekonstruksi
 

“Para tersangka dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 3e KUHP, tentang pengeroyokan mengakibatkan mati dengan ancaman kurungan 12 tahun penjara,” imbuhnya.

Polisi Tetapkan 5 Tersangka

Polisi telah menetapkan lima taruna Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang sebagai tersangka terkait kasus penganiayaan yang menewaskan juniornya, Zidan Muhammad Faza. Para tersangka merupakan taruna tingkat akhir yang tinggal menunggu wisuda.

Lima taruna PIP Semarang nampak tertunduk lesu dengan tangan diborgol sebagai tersangka penganiyaan yang menewaskan juniornya saat pers rilis di Mapolrestabes Semarang, Jumat (10/9/2021). Foto: Antara

Lima taruna yang ditetapkan tersangka penganiayaan, masing-masing bernama Caecar Richardo Bintang Samudra Tampubolon, Aris Riyanto, Andre Arsprilla Arief, Albert Jonathan Ompu Sungu, dan Budi Dharmawan.

“Para tersangka sebenarnya sudah dinyatakan lulus pendidikan dan tinggal menunggu wisuda,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Irwan Anwar, Jumat (10/9/2021).

Sementara itu, sebelum kasus penganiayaan yang menewaskan Zidan Muhammad Faza, 15 taruna PIP Semarang dikumpulkan oleh lima taruna seniornya. Mereka dikumpulkan di sebuah tempat luar kampus. (Piya Hadi/Suparman)

Komentar