oleh

Jateng Tangani 46 Positif Corona, 37 Pasien Negatif, Satu Positif Corona Meninggal, Ganjar Minta Masyarakat Tenang 

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, secara keseluruhan saat ini telah menangani 46 pasien suspect covid-19. Sebanyak 37 dinyatakan negatif, 7 pasien masih dirawat di Tegal, Magelang, Kariadi Semarang dan dua pasien positif di RS Moewardi Solo. Sementara satu pasien covid-19 meninggal dan sudah dimakamkan di daerah asalnya Magetan Jawa Timur.

“Terkait hal itu pihaknya meminta masyarakat, tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa,”pinta Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam Jumps Pers dengan wartawan di Rumah Dinas Puri Gedeh Semarang, Jumat (13/3/2020)

Menurutnya, wabah virus suspect-19 sudah dinyatakan oleh WHO ini pandemi, artinya kita butuh gotong royong, kita butuh kerja sama dan kita butuh mengamankan diri kita bersama, tidak harus panik.

“Karena itu, pemerintah sudah menyiapkan langkah antisipasi pencegahan. Ia juga meminta masyarakat untuk turut serta melakukan pencegahan dari diri pribadi dan lingkungan. Seperti hidup bersih dan mengurangi kegiatan di kerumunan.

“Mulai hidup bersih, cuci tangan, dan juga kurangi dulu kegiatan yang bersifat kerumunan. Pastikan apakah itu mall, pasar, tempat ibadah, sekolah untuk menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun,” jelas Ganjar.

 

Meski demikian, lanjutnya, sekiranya pertemuan-pertemuan tidak terlalu penting jangan didatangi dulu.

Terkait dengan langkah antisipasi kegiatan yang melibatkan banyak orang, seperti halnya kegiatan sekolah, pihaknya juga mengimbau agar setiap kegiatan harus menyertakan dokter.

“Tadi ada yang mau camping, kami sampaikan harus ada dokter. Dicek dulu semua, kalau ada yang flu atau demam lebih baik langsung dipulangkan. Itu akan mengurangi risiko,” ungkap Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga berharap adanya partisipasi dari masyarakat untuk melapor. Jika ada keluhan atau pernah kontak dengan pasien, yang dinyatakan positif untuk segera melakukan pemeriksaan.

“Kita sudah menyiapkan call center untuk konsultasi, menyampaikan, dan menginformasikan sehingga kita bisa lebih responsif dan antisipatif,” tuturnya

Sementara untuk melakukan antisipasi, sosialisasi terus di lakukan melalui berbagai pihak. Termasuk kepolisian daerah Jawa Tengah.

“Kita harapkan agar masyarakat mendapatkan penjelasan dengan baik. Kita butuh partisipasi masyarakat untuk semua mengerti, memahami, dan mau melapor,” kata Ganjar.

(Suparman)

Komentar