Jembatan Bailey Menyambung Kembali Denyut Jalan Nasional Bireuen dan Lhokseumawe

Berita, Daerah, Hankam91 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BIREUEN-ACEH – Selama 31 hari Sungai Krueng Tingkeum di Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, menjadi batas sunyi yang memutus denyut Jalan Nasional Banda Aceh–Medan. Bencana banjir bandang yang menerjang akhir November 2025 lalu merobohkan jembatan, menghentikan arus kendaraan, memaksa warga, sopir lintas provinsi, dan roda ekonomi untuk berputar mencari jalan lain yang lebih jauh dan melelahkan.

Bencana banjir bandang yang menerjang akhir November 2025 lalu merobohkan jembatan, menghentikan arus kendaraan, memaksa warga, sopir lintas provinsi, dan roda ekonomi untuk berputar mencari jalan lain yang lebih jauh dan melelahkan.

Bukan sekadar rangka besi yang terpasang di atas sungai, jembatan ini adalah simbol kehadiran negara di saat genting. Jembatan jenis ini menandai kerja cepat, ketangguhan, dan kepedulian di tengah bencana. Dengan keberadaan Jembatan Bailey ini, setiap kendaraan yang melintas membawa cerita tentang jarak yang dipangkas, biaya yang dihemat, dan harapan yang kembali berjalan.

Di atas arus Krueng Tingkeum yang masih menyimpan ingatan akan amuk banjir, Jembatan Bailey berdiri sebagai pengingat: ketika alam merobohkan, manusia dengan gotong royong dan kesigapan—selalu berusaha membangun kembali. (Dadik / CJ)

banner 521x10

Komentar