oleh

Jerinx SID Mohon Keringanan Hukuman dengan Hukuman Percobaan atau Tahanan Rumah

INILAHONLINE.COM, DENPASAR-BALI

Musisi asal Bali, Gede Ary Astina alias Jerinx yang terjerat kasus terkait dugaan ujaran kebencian terhadap Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang ditulisnya di media sosial (medsos), mengajukan permohonan keringanan hukuman.

Dimana dalam sidang pengajuan pembelaan ini, Jerinx menyampaikan pembelaan yang dibacakan secara lisan dimuka sidang pimpinan Ida Ayu Adnyanadewi,SH.MH, Selasa (10/11/20) tepat di hari Pahlawan seperti dilansir Balifactualnews.com anggota grup siberindo.co.

Tulisan sebanyak dua lembar kertas folio dalam goresan pena, diakui penggebuk drum dari band Superman Is Dead (SID) dibuatnya dalam sel tahanan di rutan Polda Bali. Dimana pada intinya, Ia sangat memohon kepada majelis hakim agar mendapat keringanan hukuman.

“Bilamana perbuatan saya ini dinyatakan dalam sidang ini bersalah. Saya memohon keringanan hukuman yang diberikan. Saat ini, hanya saya laki-laki yang ada di rumah. Kalau diberikan, saya dihukum percobaan atau tahanan rumah,” pintanya di muka sidang dan dijawab Hakim Adnyanadewi, akan mempertimbangkan terhadap permintaannya.

Ia juga berjanji siap dihukum seberat beratnya tanpa melalui proses sidang, bilamana kembali mengulangi perbuatannya. Dan, untuk Penuntut Umum disampaikan Jerinx permohonan maafnya saat melakukan Walkout saat sidang online pembacaan dakwaan.

Putusan walkout dilakukan karena dirinya sangat menginginkan majelis hakim melihat langsung secara utuh dirinya, apakah dirinya terlihat sebagai orang yang bersalah atau bukan. Selain itu disampaikan bahwa pada sidang awal secara online, banyak terjadi gangguan secara teknis.

Sementara itu, pada pledoi yang dibacakan Wayan ‘Gendo’ Suardana,dkk.,selaku kuasa hukum dari Jerinx, nota pembelaan setebal 290 halaman di luar lampiran, dibacakan secara singkat.

Dimana dalam tuntutan yang diajukan pihak JPU hukuman selama 3 tahun dan denda 10 tahun subsider 3 bulan, dinilai sangat tinggi dan tanpa mendasar. Pihaknya menilai kesimpulan dari perbuatan terdakwa yang tertuang dalam nota tuntutan JPU, tidak lebih sebagai copypaste dari berita acara penyidik di Polda Bali.

“Dalam keterangan ahli bahasa Wahyu Aji Wibowo yang disimpulkan JPU ke dalam tuntutannya, justru bukan dari fakta persidangan tetapi keterangan saat di kepolisian,” baca KH Jerinx SID pada nota pembelaan dimuka sidang.

Komentar