JNE Bangun Pergudangan Mega Hub Sebesar Rp5 Miliar di Kawasan Bandara Soetta

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) menurut rencana akan membangun fasilitas pergudangan mega hub senilai Rp 5 miliyar dengan kapasitas 60 juta kiriman per bulan di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta, di Cengkareng awal 2019, sebagai upaya untuk mempercepat proses pengiriman logistik yang kini semakin meningkat pesat.

Mayland Hendar Prasetyo Head of Marketing Communication Division JNE mengatakan, pergudangan mega hub modern itu segera dibangun di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan tidak menutup kemungkinan disusul di kota –kota besar lainnya.

”Pergudangan mega hub modern tersebut mendesak segera dibangun, mengingat kapasitas pengiriman barang JNE semakin meningkat pesat, sehingga tidak memungkinan untuk mempertahankan sistem manual yang bakal memakan waktu cukup lama, apalagi sampai memperlambat proses pengiriman logistik, domestik maupun luar negeri,”paparnya.

Menurutnya, penggunaan robot sebagai bagian untuk meminimalisir error yang terjadi, tapi dengan dibangunnya hub ini, kapasitas akan lebih banyak dengan kecepatannya 60.000 kiriman perjam.

”JNE ke depan bakal menjadi perusahaan pertama yang menggunakan teknologi canggih, serba automatic yang dibangun paling lambat awal 2019,”ujarnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, JNE berhasil menjaring pelanggan ritel mencapai 70 persen, sedangkan sisanya 30 persen adalah pengiriman untuk pelanggan korporasi.

”Kapasitas pengiriman JNE pada 2017 mencapai 18 juta paket dalam sebulan atau 500-600,000 kiriman per hari, mengalami kenaikan pada tahun ini menjadi 20 juta paket per bulan atau 7 paket per detik,”ujarnya.

JNE, menurut Prasetyo,, kini didukung 40.000 karyawan yang tersebar di 6.000 titik layanan JNE dengan jumlah armada mencapai 7.000 unit. Bahkan rencana bakal ada penambahan jaringan yang dilakukan dalam waktu dekat, setidak 20 persen per tahun.

”Dengan tersebarnya jumlah jaringan tersebut diharapkan dapat lebih memudahkan pelanggan dalam menjangkau titik layanan JNE, sehingga bisnis dapat dilakukan hingga ke pelosok Nusantara. Targetnya pertumbuhan 2018 di level 30 persen per tahun,”katanya.

Pertumbuhan Ekonomi Sektor Informasi dan Komunikasi

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi di sektor informasi dan komunikasi yang mengalami peningkatan begitu pesat, berdampak positif pada kinerja JNE.

”Yang jelas pertumbuhan di sektor tersebut sebesar 9,1 persen, ditopang oleh tingginya belanja masyarakat Indonesia di sektor e-commerce,”paparnya.

Menurutnya, kondisi tersebut tidak dipungkiri kinerja perseroan semakin menunjukkan positif, dan penyumbang terbesar masih berasal dari e-commerce yang semakin ramai. Bahkan bisnis pengiriman ekspres dan logistik tahun ini masih dapat tumbuh hingga 30 persen yang didorong oleh pesatnya pertumbuhan e-commerce.

”Jadi sekitar 70 persen transaksi retail, hampir separuhnya bisa dikatakan berasal dari e-commerce. Nilai transaksi e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai $ 130 miliar. Jika 13 persen dari total nilai tersebut, digunakan untuk belanja kebutuhan pengiriman barang maka market size-nya sekitar $6,5 miliar atau sekitar Rp 219,7 triliun.”ujarnya.

Terkait sektor logistik dan distribusi, menurutnya, juga bakal terus berkembang dan didukung dengan perkembangan perekonomian yang semakin membaik, bahkan saat ini nilai pasar industri logistik di Indonesia mencapai Rp 2,1 triliun dengan pertumbuhan mencapai 14,7 persen.

”Potensi ini terus tumbuh sangat besar karena saat ini, juga berkembang sektor ekonomi digital. Jumlah paket JNE yang sebagian besar untuk industri e-commerce, juga akan mendorong posisi JNE sebagai layanan pengiriman sangat diuntungkan, terlebih dengan lokasi yang tersebar dan dapat menjangkau seluruh Indonesia,”papar prasetyo.

Menurutnya, kekuatan untuk JNE masih signifikan dengan terus menghadirkan inovasi baru dan loyalitas bersama mitra e-commerce.“Kami melakukan inovasi dengan program keliling ke 18 kota yaitu‘Yuk Ngajak Online’.

”Program ini mengedukasi siapa saja (UMKM) untuk menjadi pelaku bisnis melalui JNE. Kami mengajak mereka untuk memanfaatkan perkembangan teknologi menjadi entrepreneur,”ujarnya.

Salah satu inovasi yang dihadirkan JNE, tambahnya, memberikan kesempatan masyarakat yang ingin berbelanja online dan kini hampir 400 lokasi disediakan JNE, untuk mereka yang ingin belanja online.

”Yang jelas JNE mengajak UMKM di daerah untuk menjadi mitranya. Mereka dapat membuka counter di tempatnya dengan berbagai fasilitas untuk mempermudah jika terjadi transaksi,”pungkasnya.(Suparman)

banner 521x10

Komentar