Kakorlantas Ingatkan Pengendara untuk Tidak Gunakan Alas Kaki Sandal Jepit saat Berkendara

Berita, Hukkrim, Nasional672 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA — Kakorlantas Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi mengingatkan pengendara untuk tidak menggunakan alas kaki seadanya, seperti sandal jepit, saat berkendara, karena tak ada perlindungan sekali bagi kaki jika berkendara menggunakan sandal jepit.

“Karena kalau sudah pakai motor, kulit itu bersentuhan langsung dengan aspal, ada api, ada bensin, ada kecepatan, makin cepat makin tidak terlindungi kita, itulah fatalitas,” kata Firman di Polda Metro Jaya seperti dilansir NTMCPOLRI, Senin (13/6/2022).

Ia berharap masyarakat dapat lebih peduli dengan perlengkapan saat berkendara guna mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan, karena nyawa lebih penting saat berkendara.

“Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita? Tolong itu juga dijadikan pertimbangan sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada,” imbauannya.

Tidak hanya itu, Ia juga berharap pengendara tak menggampangkan perlengkapan saat berkendara, karena helm berstandar baik serta alas kaki yang benar dapat meminimalisir cedera bila terjadi kecelakaan.

“Ini gunanya helm standard, pakai sepatu, masih banyak yang pakai sandal menggampangkan gitu saja,” tambahnya.

Ke depannya, Firman berharap agar kepatuhan saat berkendara bukan lagi soal ada atau tidaknya petugas di jalan. Namun sudah menjadi bagian dari kesadaran masyarakat saat berkendara.

“Tapi itu bentuk perlindungan kita kepada masyarakat yang ingin kita bangun, sehingga patuh menjadi bagian, bukan lagi karena ada petugas,” tutup Firman.

Korban Kecelakaan Lebih Banyak dari pada Perang

Mengacu pada sebuah data, Kakorlantas Polri Irjen Pol Firman Shantyabudi menyebut angka korban kecelakaan sangat tinggi dari pada korban perang.

“Ternyata juga dari data korban kecelakaan lalu lintas lebih banyak daripada korban akibat perang ataupun penyakit,” kata Firman.

Firman menyebut tingginya angka kecelakaan karena rendahnya kesadaran pengguna jalan. Di sisi lain, menurut Firman, tidak adanya pendidikan keselamatan lalu lintas sejak usia dini dari para orang tua.

Untuk itu, Firman menekankan pentingnya tertib berlalu lintas. Firman menekankan betapa sangat berharganya sebuah nyawa dibandingkan kerugian materi yang ada.

“Karena sekali lagi cost yang harus dibayar apabila sudah terjadi kecelakaan mungkin tidak bisa kita hitung dengan hanya sekadar menghitung dengan rupiah,” jelasnya.(**/PH)

banner 521x10

Komentar