INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Kawasan Industri Kendal (KIK) mengadakan Forum bisnis bekerjasama dengan Kadin Jateng, dengan mengusung tema “Trend Global Competitiveness For Food Industry and Investment. The Next Level For Developing Potential Sector In Central Java.” Berlokasi di Ballroom PO (Crowne) Hotel Jl. Pemuda Semarang, Rabu (15/8/2018).
Presiden Direktur PT Kawasan Industri Kendal Stanley Ang mengharapkan dengan adanya forum bisnis ini, bisa meningkatkan investasi di lingkup industri Jawa Tengah. Mengingat Jateng memiliki potensi yang baik diantaranya seperti mendapat dukungan investasi yang terus berkembang.
”KIK sebagai salah satu nasional strategy project di Indonesia dan memiliki, network antara pemerintah Indonesia dengan Singapura, untuk setiap bulan mengadakan forum yang diorganisasaikan oleh AI Singapore. Forum ini bertujuan untuk mengakselerasi infrastruktur baik secara makro atau mikro,”ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya forum bisnis ini pihaknya bisa optimis Jateng memiliki potensi yang tidak kalah dari Jabar atau Jatim. Kita bisa bersama-sama mengantisipasi untuk menuju kemakmuran wilayah Jawa Tengah.
”Beberapa tahun belakangan kalau kita perhatikan Jateng, dibandingkan dengan Jatim dan Jabar, kita memang agak tertinggal masalah pertumbuhannya. Namun harus kita sadari jumlah natural resource di Jateng sampai 20 juta, dibandingkan di Jatim sendiri hanya 1,8 juta sehingga sangat jauh perbandingannya. Tapi masalah investasi itu sebaliknya untuk di Jatim sudah hampir 30 juta, sedangkan di Jateng hanya 12 juta,”ungkap Stanley Ang.
Dia mengatakan, acara forum bisnis ini tujuannya melihat potensi di Jawa Tengah khususnya, dalam persaingan nasional Provinsi Jateng sangat dibutuhkan. Hanya belakangan ini sudah banyak mengalami perbaikan infrastruktur, sehingga investor seperti dari Cina mulai melirik wilayah Jateng.
”Hari ini yang saya akan bahas mengenai food City Concept, yaitu dimana kita bisa tumbuhkan semua ekosistem dan mengaktifkan. Dengan demikian kita lebih bisa kompetitif, selain itu saya juga ingin memaparkan satu konsep yaitu positif konsep. Kami berharap bisa menumbuhkan suatu player yang nantinya mampu menekan cost,”jelas dia.
Sementara itu, Perwakilan Kadin Jateng, Bernardus Arwin menyampaikan dukungannya kepada KIK. Oleh karena itu, KIK sebagai kawasan industri yang melihat bahwa industri pengolah makanan, menjadi sesuatu yang siginifikan dan strategis bagi Jateng. Karena dengan jumlah SDM lebih dari 32 juta ini, menjadi potensi yang perlu digali lebih jauh.
”Mudah-mudahan melalui acara pada hari ini kita bisa berdiskusi bersama, terutama dari kalangan pengusaha untuk secara aktif memanfaatkan forum bisnis ini. Sehingga bisa memunculkan ide-ide dalam hal pemanfaatan potensi industri di kawasan Jateng, khususnya industri makanan dan minuman,”ujarnya.(Suparman)





























































Komentar