INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Misi kemanusiaan DPP Legiun Veteran Republik Indonesia lahir pada saat bangsa ini tengah dirundung duka akibat banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Musibah itu terjadi berdekatan dengan Hari Ulang Tahun kelahiran LVRI, 2 Januari 1957, sebuah momentum yang sejatinya layak dirayakan, namun justru mengajak seluruh jajaran veteran untuk menundukkan kepala dan merapatkan hati.
Laporan dari pengurus daerah datang bertubi-tubi. Rumah hanyut, mata pencaharian terputus, dan yang paling mengguncang nurani, sejumlah anggota veteran beserta keluarganya ikut menjadi korban. Pada titik inilah LVRI mengambil sikap: tidak memalingkan wajah dari penderitaan, tidak membiarkan perayaan berjalan tanpa empati.
Atas pertimbangan kemanusiaan, pimpinan DPP LVRI memutuskan bahwa peringatan ulang tahun organisasi tetap dilaksanakan, namun disederhanakan secara khidmat. Ziarah ke Taman Makam Pahlawan ditiadakan, diganti dengan doa syukur bersama yang dihadiri pengurus pusat, karyawan sekretariat, serta undangan terbatas. Sementara itu, sebagian besar anggaran kegiatan dialihkan sepenuhnya untuk misi kemanusiaan bagi para korban bencana.
Keputusan arif ini diambil di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPP LVRI Jenderal TNI (Purn.) HBL. Mantiri, dengan dukungan Sekretaris Jenderal Laksdya TNI (Purn.) Djoko Sumaryono, Wakil Ketua Umum I Letjen TNI (Purn.) Muzani Syukur, Wakil Ketua Umum II Marsdya TNI (Purn.) Wresni Wiro, serta Kawantimpus Komjen Pol (Purn.) Ito Sumardi. Sebuah keputusan kolektif yang lahir bukan dari kalkulasi seremonial, melainkan dari kepekaan hati dan tanggung jawab moral.
Sebagai tindak lanjut, DPP LVRI membentuk satuan tugas dan menugaskan pengurus pusat untuk turun langsung ke daerah bencana. Mereka bergerak ke tiga wilayah terdampak dengan sasaran yang berbeda, menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan lapangan dan usulan pengurus daerah LVRI setempat. Bantuan berupa sembako dan perlengkapan darurat—beras, minyak goreng, gula pasir, selimut, perlindungan nyamuk, dan kebutuhan pokok lainnya—disiapkan dan disalurkan dengan cara yang paling efektif.
Tim Task Force Misi Kemanusian DPP LVRI terbagi dalam tiga tahap keberangkatan :
- Brigjen TNI Purn. Munif Prasojo.
- Sekjen Laksdya TNI Purn.Djoko Sumaryono. Kolonel Purn.Rusmono, Kolonel Pnb. Royke
- Brigjen TNI Purn.Moch.Haryanto dan Sudadi.
Perjalanan misi kemanusiaan dilakukan dalam beberapa tahap, menggunakan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara, helikopter TNI Angkatan Laut, serta penerbangan komersial. Sebagian logistik dikirim dari pusat, sebagian lainnya dibeli langsung di lokasi bencana. Pola kerja yang luwes dan penuh improvisasi ini memungkinkan bantuan segera sampai ke tangan korban, sekaligus menghemat biaya logistik.
Dalam kesederhanaan peringatan ulang tahun itu, LVRI justru menegaskan makna kelahirannya. Ketika seremoni dipangkas dan doa dipanjatkan dalam hening, para veteran kembali membuktikan bahwa pengabdian tidak pernah berhenti. Ia hanya berganti rupa—dari medan perjuangan ke medan kemanusiaan.
Ketika ulang tahun didedikasikan untuk kemanusiaan, di sanalah LVRI berdiri setia pada jati dirinya: hadir bersama rakyat, menguatkan sesama veteran, dan menjaga nurani bangsa tetap hidup. (Kepala Perpustakaan DPP LVRI, Sudadi)




























































Komentar