Ketua KPU : Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu sudah Mencapai 80 Persen

Berita, Nasional, Politik325 Dilihat

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pelaksanaan pemilu tinggal menghitung hari dan kesiapan penyelenggaraan Pemilu 2019 yang dilakukan oleh KPU, secara umum sudah mencapai 80 persen.

”Persiapan yang dilakukan KPU hingga kini sudah mencapai 80 persen, sehingga dalam satu bulan ini apa yang harus diselesaikan dan tepat waktu,” kata Ketua KPU Arief Budiman seusai Seminar Nasional “Prospek Demokrasi Eelektoral Indonesia Dalam Penyelenggaraan Pemilu ” yang dilakukan AIPI Semarang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang, Selasa (19/3/2019).

Menurut dia, meski tinggal sedikit yang harus dipersiapkan dalam proses penganggaran, regulasi, logistik sampai proses produksi surat suara sudah selesai. ”Karena proses produksi sudah selesai, kini tinggal mendistribusikan,”paparnya.

Namun demikian, pihaknya optimis dalam pelaksanaan pemungutan suara tidak boleh terlambat, apalagi sampai gagal. Oleh karena itu, jangan sampai terlambat, apalagi gagal.

”Kalau sampai gagal dalam menyelenggarakan pemilu presiden, maka di hari yang sudah ditentukan kita tidak akan memiliki presiden,”katanya.

Menurutnya, kasus semacam ini pernah terjadi di salah satu kabupaten di Papua yang sampai dua tahun ini tidak memiliki DPRD. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada penyelenggara pemilu untuk menjaga integritas pemilu dengan prinsip kerja jujur, mandiri dan akuntabel.
Keterlibatan Anak SMA

Terkait keterlibatan siswa SMA dalam penyebaran hoaks dengan penyelenggaraan pemilu, Arif Budiman mengaku prihatin keterlibatan mereka itu. Namun yang merisaukan dari penyebaran hoaks ini pelakunya sebagian besar anak SMA..

”Jadi saya menyayangkan terhadap ilmu yang dimiliki para siswa SMA itu, diguakan untuk melakukan perbuatan hal-hal yang tidak baik,”paparnya.
Terhadap sangsi yang akan dilakukan, Arif Budiman melakukan koordinasi dengan keplisian, biar polisi yang menanganinya karena menyangkut ranah dan domain pihak kepolisian.

”Dalam kasus ini polisi sudah bergerak cepat untuk mengambil tindakan tegas, terhadap laporan berita bohong terhadap KPU tersebut,”katanya.
Dalam kejadian, Lanjutnya, pihaknya banyak menerima permintaan dari orang tua para siswa SMA, yang tersangkut dengan tindak pidana tersebut.

”Saya akan memberi pengampunan asal terbukti mereka bekerja sendirian, tidak ada pihak lain yang berada di belakang mereka. Tetapi kalau terbukti mereka dipekerjakan oleh jaringan yang bertujuan mengganggu pemilu, tidak ada maaf harus dihukum dan ditindak dengantegas,”tandasnya.

Arief Budiman menegaskan pihaknya tidak akan menggubris banyaknya hoaks yang beredar seputar penyelenggaraan pemilu, tetapi kalau sudah substansial mengganggu jalannya pemilu akan saya lawan.

”Saya akan lawan sampai kapanpun jika sudah melakukan gangguan yang merugikan jalannya pelaksanaan demokrasi yang akan berlangsung kali ini,”tegasnya.

(Suparman)

banner 521x10

Komentar