oleh

Ketua KPU Kota Bogor : Blusukan Lebih Efektif !

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Kampanye dengan spanduk dan baligho dalam Pemilu Serentak 2019, sesuai riset lembaga independen terbukti dinilai kurang efektif, Ketua KPU Kota Bogor Samsudin, MSi mengusulkan agar ditiadakan, dan diganti dengan kampanye blusukan (tatap muka) yang tampaknya lebih efektif dan efisien.

“Kampanye itu hak peserta Pemilu. Dinilai kurang efektif, kampanye dalam bentuk pemasangan APK (Alat Peraga Kampanye) seperti baligho dan spanduk, saya usulkan ditiadakan. Bukan berarti kampanyenya yang diusulkan dihapus, tapi kampanye dalam bentuk pemasangan APK, yaitu spanduk dan baligho. Jadi kampanye tetap ada dengan blusukan atau tatap muka,” ungkap alumnus IPB (S1) itu ketika dikonfirmasi, Kamis (1/8/2019).

Mengapa demikian? Menurut jebolan S2 UI ini, karena selain kurang efektif, banyaknya APK yang dipasang sembarangan oleh peserta pemilu dengan perawatan yang minim menyebabkan kondisi kota menjadi kotor dan kumuh.

Pihak Satpol PP Kota Bogor juga mengindikasikan adanya APK yang ukurannya melebihi ketentuan menambah kekumuhan kota, terlebih jika ditempatkan secara tak beraturan. Antara tempat yang tak begitu lebar dibandingkan dengan jumlah dan bentangan spanduk atau baligho yang melebihi ukuran standar. Ini justeru mengurangi keindahan kota.

Ke depan, lanjut ayah tiga anak ini, lebih baik kampanye dslam bentuk lain, seperti kampanye tatap muka (blusukan) yang dilakukan peserta pemilu, karena lebih efektif. Pria kelahiran Bogor, 13 April 1982 itu menilai, peran media massa juga sangat signifikan dalam menyampaikan sosialisasi maupun berita-berita yang terkait dengan pemilu 2019 sehingga masyarakat secara sadar dan mantap datang ke bilik suara (TPS) untuk mencoblos.

(Mochamad Ircham)

Komentar