Kisah UKW Angkatan XVIII PWI Jawa Barat di Depok, Telurkan Berita Kritis Konstruktif, mengkritik Tanpa Menyakiti

12/04/2018 22:42:56 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, DEPOK - Uji Kompetensi Wartawan (UKW) PWI Jawa Barat angkatan XVIII di Kota Depok menyisakan banyak kisah. Ujian yang digelar di Aula Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Depok 11-12 April 2018 itu awalnya akan diikuti 70 orang, namun menyusut menjadi 47 orang. Pada hari H penyelenggaraan akhirnya diikuti 44 orang wartawan dari Kota Depok, Jawa Tengah, Lampung, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Tangsel serta DKI Jakarta.

Di pembukaan, Walikota Depok Mohammad Idris menegaskan bahwa UKW diharapkan menelurkan wartawan yang profesional dan unggul dalam penyajian berita. Mohammad Idris juga sempat mengungkapkan pendidikan yang ditempuhnya di Jazirah Arab salah satunya adalah komunikasi penyiaran Islam. Meskipun sempat terpeleset lidah dengan mengatakan mengambil jurusan jurnalisme.

Walikota Depok Mohammad Idris saat membuka UKW Angkatan XVII PWI Jawa Barat

Kata jurnalisme kini memang tidak umum disebut karena tergantikan dengan popularitas Jurnalistik yang awalnya di Indonesia disebut sebagai publisistik. Sementara pekerjanya disebut jurnalis. Lepas dari istilah jurnalisme, Mohammad Idris yang bergelar doktor menunjukkan komitmennya untuk memajukan jurnalis dan jurnalistik di Kota Depok.

Salah satunya dengan rencana mendirikan balai pers yang dialokasikan sebesar Rp 200 juta di belakang Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Depok. Lokasi rencana pembangunan balai wartawan ini juga mendapat kritikan. Di era kepemimpinan Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, ruangan di samping lift menuju ruang kerja walikota difungsikan sebagai pers room. Kini pers room itu berganti fungsi menjadi ruangan humas Pemkot Depok dan membuat jurnalis tidak mendapat ruang kerja di Gedung Perkantoran Pemkot Depok.

Peserta UKW Jenjang Utama kelompok 2 dari enam peserta semuanya dinyatakan kompeten dari kanan ke kiri (Redpel Jowonews.com Agung Setia Bakti, Pemred Pojoksatu.id Deasy Dasmita, Pemprus Hallobogor.com Budi Purnomo, Pemred InilahOnline.com Mohammad Iqbal, Fahmi Akbar Redpel dari Radardepok.com, dan Badar Subur Pemprus Wartamerdeka.net)

Kembali ke UKW PWI Jawa Barat, ada kisah lain yang tercatat. Para peserta mengawali berjalannya ujian dengan penuh ketegangan. Betapa tidak, wartawan yang sehari-hari bekerja penuh kebebasan dan keleluasaan bergerak dan memroduksi berita ke publik, berubah drastis mendapat pantauan ketat dan diadministrasikan oleh model kurikulum dari Dewan Pers dan PWI Pusat. Para penguji yang terdiri atas para jurnalis senior dan telah mengikuti proses seleksi ujian tingkat penguji di PWI Pusat menambah tensi makin meninggi.

Alhasil, dari 44 peserta di hari pertama, 2 orang tumbang di hari kedua dengan tidak kembali lagi ke arena ujian. Di siang hari, saat semua proses uji kompetensi wartawan selesai ditempuh, mulai terkuak seringai senyuman dan gelak tawa bertukar pengalaman mengikuti ujian yang bagi sebagian wartawan dianggap menakutkan.

12 Peserta UKW Jenjang Utama bersama tim penguji foto bersama, dari 12 peserta 1 peserta dinyatakan tidak kompeten dan 11 peserta dinyatakan kompeten

9 orang dinyatakan belum kompeten. Di jenjang utama kategori pemimpin redaksi 1 orang dinyatakan belum kompeten dan dipersilakan mengikuti ujian berikutnya hingga dinyatakan kompeten oleh penguji. Sementara di jenjang madya kategori redaktur, 4 orang dinyatakan belum kompeten, jenjang muda kategori reporter 4 orang dinyatakan belum kompeten.

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Jawa Barat, Wawan menuturkan panitia pelaksana UKW sebaiknya menyisipkan agenda simulasi bagi peserta agar tidak gugup dan tegang saat berlangsungnya UKW. "Jangan patah semangat, ikut lagi kalau ada UKW," ujarnya memotivasi.

Kelompok 2 UKW Jenjang Utama merayakan kegembiraannya dengan poto bersama usai pelaksanaan UKW Angkatan XVIII, semuanya dinyatakan berkompenten.

Sementara Pelaksana Harian Direktur UKW PWI Pusat Sayid Iskandarsyah meminta bahwa UKW di Depok dinyatakan berhasil karena tingginya prosentase kelulusan peserta dengan 35 orang dinyatakan kompeten. Bagi wartawan yang menyandang sebagai predikat kompeten, penting diketahui warga di tempatnya bertugas bahwa para para wartawan tersebut kini dianggap sebagai wartawan yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik sebagai pedoman utama menjalankan kerja jurnalistik.

Kegugupan dan menganggap remeh tugas dalam uji kompetensi menjadi faktor utama peserta gagal meraih predikat kompeten. Ditambah lagi karakter pribadi peserta yang punya kecenderungan temperamental dan keras kepala menghadapi penguji membuat peluang lulus menjadi berkurang.

Salah satu peserta UKW Jenjang Muda Kristian Budi Lukito dari media InilahOnline.com dinyatakan berkompenten (paling depan memegang tas)

Suasana yang penuh kegembiraan muncul di akhir acara ditambah kehadiran Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna yang menutup acara tersebut. Didampingi Dandim 0508 Letkol Inf Iskandarmanto, Pradi menuturkan pengalamannya memiliki koran cetak harian Monitor Depok. Sayangnya hingga kini Monitor Depok belum lagi terbit setelah dibekukan pada 2013 lalu.

Pradi dalam kesempatan itu menceritakan jika diperlukan UKW digelar di Depok setiap 6 bulan sekali agar para jurnalis di Depok benar-benar terseleksi dan kompeten. Pradi juga menambahkan sekelebat dia perhatikan setiap sore para jurnalis berkumpul di suatu tempat dan berdiskusi berita apa yang menarik disajikan esok hari.

Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna saat menutup acara UKW Angkatan XVII di Depok

"Kadang judulnya bombastis, tapi isinya sejuk. Kadang judulnya sejuk isinya bombastis. Ada isinya tajam namun narasinya dibuat sedemikian rupa sehingga membuat pemangku kebijakan tidak terasa tersakiti," tuturnya disambut anggukan para penguji dan peserta UKW.

Namun bagi Pradi, pemerintahan tanpa jurnalis seperti makan tanpa garam. Kadang membuat dirinya merasa tersudut dan sakit tapi tanpa kritik tersebut dirinya juga merasa ada yang kurang dalam menjalankan tugas. Hanya saja kritik perlu disajikan dengan tanpa menyakiti dan tanpa terasa sedang dikritik.

44 orang wartawan dari Kota Depok, Jawa Tengah, Lampung, Kabupaten dan Kota Bogor, Kota Tangsel serta DKI Jakarta, poto bersama selepas penutupan acara UKW Angkatan XVII di Balai Perpustakaan Kota Depok, Kamis (12/4/2018) .

Sejatinya kita setuju terhadap maksud Pradi Supriatna bahwa tujuan menjadi wartawan kompeten yang terbaik adalah mengritik tanpa menyinggung dan melukai hati yang sedang dikritik. Kemasan kata menjadi rangkaian kalimat yang proporsional dan tegas membutuhkan bendahara kata dan kalimat yang kaya dan berangkat dari perumpamaan serta ilustrasi sehingga tepat sasaran namun tetap konstruktif dalam peran serta proses pembangunan manusia dan pelayanan pemerintahan kepada warganya.

Selamat bagi para peserta dengan predikat wartawan kompeten. Bagi yang belum kompeten, masih ada kesempatan lain untuk menempuh proses UKW dengan semangat pantang menyerah dan bermental baja hingga mencapai predikat sebagai wartawan kompeten. (Herry Setiawan)