oleh

Kombespol Arman Achdiat Bukan Pamen Polisi “Kaleng-Kaleng”

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Perwira Menengah (Pamen) Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Arman Achdiat yang baru saja meniggalkan jabatannya sebagai Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng yang selanjutnya akan mengemban tugas baru di tempat lain, memliki kebiasaan yang layak dicontoh oleh para Dirlantas Polri lainnya. Pasalnya, kerja keras yang dilakukan Kombes Pol Araman Achdiat yang bisa merangkul mahasiswa menjadi sahabat polisi sesuatu yang luar biasa.

Apa yang telah dilakukan mantan Kasat Reskrim Polrestabes Bandung itu menunjukkan bahwa Jabatan Dirlantas Polda Jateng yang ada di pundaknya tersebut dilaksanakan penuh amanah dan dibarengi rasa tanggungjawab yang tinggi, sehingga itu membuktikan sepak terjang Dirlantas yang satu ini memang bukan type Dirlantas “Kaleng-Kaleng”.

Hal ini dibuktikan dengan kisah yang pernah dialami Wakil Rektor III Universitas IVET Semarang, yakni Drs. Tri Leksono Prihandoko M.Pd., Kondisi penuh sukacita seiring diterbitkannya Dua Surat Ijin Mengemudi (SIM) A dan lima SIM C kepada 7 mahasiswa asal Papua. Selain menjalani serangkaian tes ketat sebagaimana umumnya pemohon SIM, para mahasiswa tidak dibebani beaya alias “merdeka” dari segala macam kewajiban biaya.

“Saya terharu Polantas begitu tulus, bertindak sigap dan responsif. Mahasiswa diperlakukan dengan baik sejak awal hingga resmi mengantongi SIM sehari jadi tak ubahnya kado istimewa HUT RI ke 75,” kata Koko, nama familier Tri Leksono Prihandoko, di Semarang Selasa (11/8/2020).

Koko mengaku sejak dirinya jadi dosen baru kali ini mendapati Polantas mendedikasikan empati dan bijaksana. Sejumlah Polantas dari Polrestabes Semarang meluangkan waktu sejak awal hingga menerbitkan SIM A dan SIM C kepada tujuh mahasiswa Universitas IVET Semarang asal Papua; Ayon Widigipa, Ayub Edoway, Yohanes Tagi, Kalorina Dogomo, Boas Iyai, Marten Butu dan Maya Maria Anouw.

Sementara itu Yohanes Tagi, salah satu mahasiswa Papua Universitas IVET Semarang mengemukakan sebelumnya pernah mengurus SIM, tapi tertunda karena kekurangan biaya. Ia menyadari tanpa mengantongi SIM sebagai syarat mengendarai mobil maupun motor di jalan umum sangat berisiko. Sudah tentu ini melanggar aturan lalulintas yang berpotensi merugikan diri sendiri dan orang lain.

Lewat WA Yohanes Tagi mengucapkan terimakasihnya segera setelah mengantongi SIM. Secara pribadi ia berikrar menjadi teladan di jalan raya, minimal mentaati ketentuan peraturan dan ketertiban yang berlaku.

Kombes Pol Arman Achdiat bersama Pemimpin Umum inilahonline.com Piya Hadi, di Mapolda Jateng

Sebagaimana halnya Yohanes Tagi, imbuh Koko, sebagian besar mahasiswa tidak memiliki SIM. Atas dasar itu Koko menulis surat permohonan resmi kepada Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Arman Achdiat, yang per 11 Agustus pindah posisi sebagai Kasubditdikmas Ditkamsel Korlantas Polri. Isinya berkenan membantu mahasiswa Universitas IVET Semarang asal Papua. Atas rekomendasi Kombespol Arman Achdiat, keseluruhan biaya pembuatan SIM ditanggung polisi.

“Surat terkirim 29 Juli 2020. Diterima stafnya Pak Arman Achdiat 3 Agustus 2020 lalu. Selang seminggu kemudian, Senin 10 Desember 2020 mahasiswa memperoleh legitimasi berkendara di jalan umum. Ajaib, bukan ? “ jelas Koko setengah tidak percaya.

Sementara itu, pendiri Setara Institut Hendardi mengacungkan dua ibu jari kepada Kombespol Arman Achdiat segera setelah memfasilitasi SIM merdeka beaya kepada mahasiswa Papua. Selain itu, Hendardi mengaku baru sekali ini disuguhi fakta betapa masih ada pejabat polisi merangkul mahasiswa menggunakan pendekatan manusiawi.

“Kebijakan Kombes Pol Arman Achdiat tergolong mewakili negara. Sederhana tetapi sarat penghayatan dan meluhurkan nilai-nilai kemanusiaan yang dilakukannya membingkai bidang tugasnya menggunakan pendekatan keIndonesiaan. Serupa nutrisi, kebijakannya menumbuh suburkan kesejatian Polri di mata mahasiswa,” puji Hendardi. (Piya Hadi)

Komentar