KPK Mulai “Unjuk Gigi” Lakukan OTT Dua Menteri

Berita, Nasional248 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Kepimimpinan Komjen Pol Firli Bahuri di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak perlu diragukan lagi dan patut mendapat apresiasi. Sebab, dalam kurun waktu 10 hari terakhir lembaga anti rasuah itu berhasiltelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dua orang hebat (menteri-red) di kabinet Presiden Jokowi. Hal itu dikatakan Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S. Pane melalui keterangan tertulisnya kepada inilahonline.com, Minggu (6/12/2020)

“Pertama, Menteri Kelautan dan Perikanan yang notabene adalah orang dekatnya Prabowo Subianto, tokoh oposisi yang sudah merapat ke pemerintahan Presiden Jokowi. Kedua, Menteri Sosial yang notabene orang dekatnya Ketua Umum PDIP Megawati,” ujarnya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan menjadi tersangka korupsi oleh KPK (Foto Net)

Menurut IPW, tentu tak mudah untuk meringkus dua menteri yang sangat dekat dengan kekuasaan. Tapi sebagai jenderal bintang tiga Polri, Firli sudah membuktikan bahwa dirinya bisa. bekerja profesional Atas kinerjanya ini tentu patut dipuji dan diapresiasi. Sebab kinerja Firli ini akan membuat para pejabat yang korup “makin ngeri ngeri sedap”.

“Kasus ditangkapnya dua menteri Jokowi dalam satu pekan terakhir ini menunjukkan bahwa presiden Jokowi sudah melakukan kesalahan besar dalam memilih para pembantunya,” ujar Neta Pane.

Di saat bangsa ini sedang kesulitan dan kesusahan menghadapi pandemi Covid 19, di saat rakyat serba kekurangan, Neta Pane mnegatakan, betapa teganya kedua menteri Jokowi itu melakukan aksi korupsi gila gilaan ditengah bencana non alam bernama Pandemi Covid-19. Dan hasil korupsinya itu diduga kuat untuk berfoya foya membeli barang-barang branded alias barang bermerk terkenal dan harganya sangat mahal.

“Apapun alasanya dan bagaimanapun alibinya, bahwa aksi korupsi ini tidak bisa ditolerir, sehingga kedua menteri Jokowi itu perlu dijatuhi hukuman mati,” tandasnya.

Lebih lanjut Neta Pane mengatakan, bahwa kesalahan Jokowi dalam memilih menteri kabinet ini sebenarnya sudah terlihat di tahun pertama kepemimpinannya periode kedua. Bahkan Jokowi berencana mereshuffle kabinetnya, tapi selalu batal hingga kedua mentrinya ditangkap KPK. Artinya, jika Jokowi tak segera mereshuffle kabinetnya dikhawatirkan akan makin banyak menteri Jokowi yg ditangkap KPK.

Menteri Sosial Juliari Batubara menyerahkan diri ke KPK setelah dijadikan tersangka (Foto Net)

“Untuk itu, IPW sendiri memberi apresiasi terhadap kerja KPK dalam menciduk kedua menteri Jokowi ini dan diharapkan KPK makin lebih agresif dan berani lagi untuk memburu menteri-menteri Jokowi yang melakukan tindak pidana korupsi,”

sehingga publik tahu persis seperti apa moralitas dan mentalitas aparatur pemerintah di era kedua kepimpinan Jokowi ini. IPW berkeyakinan jika KPK dan pengadilan “Tipikor menjatuhkan hukuman mati kepada dua menteri yang korupsi itu, maka rakyat akan mendukungnya,” imbuhnya. (Piya Hadi)

banner 521x10

Komentar