Libur Nataru 2023 Disparpora Promosikan Destinasi Wisata Penyangga Borobudur

INILAHONLINE.COM, KOTA MUNGKID — Mengantisapi limpahan wisatawan yang tidak bisa naik ke Candi Borobudur oada libur Nataru (Natal dan Tahun Baru 2023), Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, mempromosikan destinasi wisata kawasan penyangga Borobudur.

“Diperlukan langkah strategis untuk menguatkan pariwisata penyangga Borobudur melalui one day tour. Ini menjadi salah satu upaya menarik wisatawan,” kata kata Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, S. Achmad Husein saat melepas peserta one day tour dari halaman Taman Rekreasi Kolam Renang Mendut, Kota Mumgkid, Kabupaten Magelang, kemarin.

Destitasi wisata di kawasan penyangga Borobudur, punya peran penting dalam memperkuat ketahanan sosial, dan budaya masyarakat untuk membangun ekonomi warga agar sejahtera dan mandiri. Ada 80 orang peserta One day tour naik 20 unit mobil VW Safari Cabrio, pada Selasa (8/11-2022) lalu.

Destinasi penyangga Bobobudur yang dikunjungi, Pemandian Air Hangat Tirta Madu Barokah, Tempuran, Kampung Dolanan Tradisional Sodongan, Museum Kapal Samudra Raksa, Gerbang Gajah Kembanglimus, Terasering Ngargogondo, Watu Putih Malangan, Omah Mbudur untuk menyaksikan Tarian Soreng dan menikmati kopi di Pawon Kopi Luwak.

Peserta One Day Tour diantaranya influenzer, pegiat media sosial, wartawan anggota PWI Kabupaten Magelang, general manager hotel, generasi pesona Indonesia (Genpi), biro perjalanan, pengelola destinasi wisata dan lainnya.

Menurut Husen, terkait promosi pengelolaan destinasi wisata dan lainnya, perlu dilakukan penguatan agar destinasi wisata penyangga Borobudur, benar-benar siap menghadapi limpahan wisatawan yang tidak bisa naik ke Candi Borobudur. Karena apapun, ke depan akan menghadapi destinasi super prioritas.

“Pengunjung Candi Borobudur, potensinya sangat besar, maka limpahan pengunjung harus kita tangkap dengan menyiapkan langkah statregis, dengan menguatkan potensi destinasi wisata penyangga Borobudur yang sangat mumpuni, sehingga harus difasilitasi melalui promosi destinasi wisata,” jelasnya.

Potensi wisata di Kabupaten Magelang sangat banyak dengan udara sangat sejuk, pemandangan yang indah, sehingga poteni wisata alam yang dimiliki Kabupaten Magelang, tidak kalah dengan daerah lain. Untuk itu, destinasi wisata terus dipromosikan, baik memali pemberitaan maupun tulisan positif di media sosial, sehingga potensi wisata bisa semakin terangkat.

“Yang jelas, destinasi wisata di Kabupaten Magelang, sangat layak untuk dikunjungi. Kami memang bukan yang pertama, tetapi destinasi wisata di Kabupaten Magelang pantas untuk dikagumi dan dikunjungi, karena destinasi wisata alamanya sangat indah dan menarik,” ujarnya.

Kawasan strategi pariwisata penyanggga Borobudur, diarahkan dapat meningkatkan perekonomian, karena pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki peran dan kontribusi penting dalam pembangunan perekonomian nasional maupun daerah, yang pada akhirnya akan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, khususnya masyarakat di kawasan destinasi pariwisata.

“Kepada pelaku wisata di Kabupaten Magelang, mengajak pemangku kepentingan di bidang pariwisata dan industri kreatif, baik yang sudah berkecimpung di bidang tersebut, maupun yang memiliki minat atau keinginan di bidang pariwisata untuk lebih berkembang, dan mengasah keterampilan yang diperlukan,” pintanya.

Pengelola destinasi wisata Terasering Ngargogondo, Kecamatan Borobudur, Hani Sutrisno mengaku siap menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan ke Borobudur, dengan menyiapkan langkah pengembangan destinasi wisata Terasering Ngargogondo.

Destinasi yang berada dikaki lereng Bukit Menoreh, dibangun bersama masyarakat melalui Badan Usaha Pemerintah Desa (Bumdes) Ngargogondo, sebagai antisipasi wisatawan yang berkunjung ke Borobudur. Ada beberapa fasilitas yang disediakan, selain view alam yang indah.

“Destinasi Terasering ini, dibangun dengan cara iuran warga sekitar. Ada sekitar 145 orang warga yang menjadi investor, dengan cara iuran atau semacam menanam saham sebesar Rp 1.000.000 per orang. Melalui cara ini, secara tidak langsung warga ikut memiliki destinasi wisata tersebut,” jelas Hani Sutrisno yang juga pemilik Desa Bahasa Borobudur.

Tujuan melibatkan warga sekitar pemilik destinasi, agar warga yang memiliki tanah di kawasan Borobudur, tidak tergiur oleh tawaran orang luar yang hendak membeli tanah. “Melalui cara inilah, maka secara tidak langsung mengedukasi warga supaya tidak menjual tanahnya,” jelasnya. (ali subchi)

banner 521x10

Komentar