Mahasiswa IPB Bogor Diperkenalkan Cara Pengolahan Air Baku Di Perumda Tirta Pakuan

Berita, Megapolitan726 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Pakuan Kota Bogor memperkenalkan cara mengolah air baku menjadi air bersih, kepada para mahasiswa sekolah Advokasi Manajemen Lingkungan IPB di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Dekeng, Kelurahan Genteng, Kecamatan Bogor Selatan.

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Bogor, Rino Indira Gusniawan mengatakan, pihaknya ingin memperkenalkan cara pengolahan air kepada institusi pendidikan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga mahasiswa perguruan tinggi.

“Kita ingin memperkenalkan proses pengolahan air dari mulai dari TK, SD, SMP, SMA sampai Universitas. Jadi semoga ini bisa dimanfaatkan benar oleh institusi-institusi pendidikan,” kata Rino, Selasa (4/10/2022).

Lebih lanjut Rino mengatakan, tidak hanya disitu, dalam memperkenalkan cara pengolahan air itu, Perumda Tirta Pakuan juga memfasilitasi para mahasiswa dengan ruang yang nyaman dan memperkenalkan kondisi daerah di wilayah IPA Dekeng.

“Jadi, gak cuma tempat untuk menyampaikan pesan saja, tapi juga memberikan encourage (dorongan) kepada mereka bahwa masih melihat banyak sampah dan masih melihat air keruh. Itu bagian dari pendidikan agar mereka mempunyai gambaran bahwa 90 persen air baku kita diambil dari sungai,” ungkapnya.

Dengan demikian, dengan adanya kegiatan ini pihaknya dan mahasiswa bisa bareng-bareng menjaga kelangsungan sungai, sehingga jangan sampai suatu hari masyarakat tidak mendapat air bersih karena Perumda Tirta Pakuan tidak bisa menyediakan air baku. Padahal, itu peran semua elemen dalam menjaga kebersihan sungai dan menjaga lingkungan sekitar.

“Kemarin ada acara penanaman pohon kita juga bilang bahwa perbaikan lingkungan, terutama di sungai ini harus ada peran serta semua orang,” ujarnya.

Rino juga mengungkapkan, bahwa mahasiswa masih memiliki sikap idealis. Sikap idealis itu, kata Rino, bisa bangun dari kecintaan mereka terhadap lingkungan. Untuk itu, kegiatan serupa yang akan datang seperti ini harus diupload  konten ke medsos biar tersiarkan ke semua.

“Yang paling bagus itu bukan kita mengklaim sesuatu tapi kita memang diapresiasi oleh orang lain, kalau kita di apresiasi berarti langkah-langkah kita diterima oleh masyarakat,” imbuhnya. (Ian Lukito)

banner 521x10

Komentar