Masyarakat Apresiasi Pembangunan Masjid Agung Di Kota Mungkid Magelang

Berita, Jawa Tengah1040 Dilihat

INILAHONLINE.COM, KOTA MUNGKID — Adanya Masjid Agung Jawa Tengah yang sedang dibangun di Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, mendapat apresiasi masyarakat. Apalagi Ground Breaking Pembangunannya telah dilakukan oleh Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, pada 31 Agustus 2022 lalu.

“Masjid ini ide awalnya adalah Islamic Center, yang menjadi Visi Misi Pak Bupati Magelang, Zaenal Arifin SIP. Kemudian menjadi program Pemkab Magelang, sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembagunan Jangka Menengah 2019 – 2024, kemudian di dukung Pemprop Jateng yang memang merencanalan Pengembangan MAJT di Magelang,” kata Asisten Sekda Kabupaten Magelang, Drs H Asfuri MS MSi di Magelang, Kamis (2/2-2023).

Menurut Asfuri yang juga Ketua Ta’mir Masjid Agung An’nur Kabupaten Magelang, tujuan pembangunan masjid terebut, sebagai sarana ibadah dan meningkatkan kualitas, iman, taqwa dan akhlak masyarakat, sebagimana tertulis dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Pemerintah Kabupaten Magelang tahun 2019 – 2024.

Masjid yang akan berdiri diatas tanah 4,9 hektar tersebut, pengadaan tanahnya 3,2 hektar oleh Pemprop Jateng, dan 1,7 hektar menjadi tanggung jawab Pemkab Magelang. Sedang Anggaran Pembangunan Masjid sekitar Rp 118 miliar, berasal dari APBD Propinsi Jateng.

Terkait nama Masjid, apa tetap MAJT atau yang lain, seperti yang telah diusulkan oleh istajib pengurus MAJT Jateng. “Tentu nanti akan di kordinasikan dengan Pemprov Jawa Tengah, sekarang ini yang penting adalah proses dan pelaksanaan pembangunannya berjalan lancar,” ujarnya.

Karena masih ada hal jauh lebih penting dari itu adalah, nagaimana mempersiapkan kualitas ,anagemen pengelolaan Masjid, mengingat Masjid itu berada dekat komplek Pemda, dekat dengan Gereja dan Vihara, disamping nyaman untuk ibadah bagi umat Islam, tapi harus ramah bagi penganut agama lain.

Bahkan kalau perlu Masjid itu bisa menjadi contoh untuk moderasi beragama dengan baik, ini penting apalagi Masjid itu nantinya akan digunakan bagi Masyarakat Magelang, dan pasti akan dipakai juga untuk transit atau ampiran para wisatawan baik domestik dan wisatawan mancanegara.

“Mengingat letaknya yang tidak jauh dari Pusat Destinasi wisata super prioritas, yakni Candi Borobudur, sehingga Masjid yang megah nanti harus di kelola secara baik, “Ta’mirnya harus profesional, tempatnya harus aman, nyaman, fasilitasnya harus memadai utamanya untuk kegiatan ormas keagamaan,” ujarnya.

Jika perlu, Lanjut Asfuri, sekitar Masjid bisa dimanfaatkan untuk pengembangan ekonomi umat, seperti Bank syariah, UMKM dan lainya, sehingga kehidiran Madjid itu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas. (ali subchi)

banner 521x10

Komentar