Menteri PUPR, Pembangunan Jalan Tol Tras Jawa Tinggal Penyelesaian Saja

Daerah1201 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menjelaskan, bahwa pembangunan jalan tol Trans Jawa kini tinggal penyelesaian, kecuali ruas tol Salatiga-Solo.

“Sebenarnya kalau jalur tol Trans Jawa hasilnya sudah jelas, semua sudah `under construction` (dalam pembangunan, red.). Bahkan, kini tinggal penyelesaian, kecuali ruas Salatiga-Solo,” katanya dalam menyampaikan kuliah umum di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Kamis (14/9) lalu.

Menurut Basuki, pihaknya optimistis pembangunan ruas tol Trans Jawa sepanjang 661 kilometer, akan tersambung pada 2018 sehingga akses dari Jakarta-Semarang-Surabaya akan berjalan lancar.

”Meski ruas Salatiga-Solo masih dalam proses, yang lain kini tinggal penyelesaian. Kalau Trans Jawa, saya lebih yakin pada 2018 Insya Allah rampung,” katanya.

Mengenai ruas tol Trans Sumatra, kata dia, dimulainya dari tiga titik, yakni selatan, mulai Bakauheni sampai Palembang yang ditargetkan 2018-2019 bisa tersambung. Dari tengah, dimulai dari Pekanbaru yang sudah dimulai pengerjaannya, sementara Medan-Kualanamu sepanjang 40 km sudah akan diresmikan.

”Namun ketika waktu ditanya Bapak Presiden apakah rampung 2019, saya belum berani jawab karena Aceh belum mulai. Kalau Aceh sudah dimulai 2018, saya berani jawab,” katanya.

Basuki mengakui, bahwa tantangan dalam pembangunan infrastruktur, termasuk ruas tol, adalah luasnya wilayah Indonesia, tetapi harus dilakukan untuk menghubungkan akses yang berkaitan dengan konektivitas.

”Untuk meningkatkan daya saing, kuncinya adalah konektivitas. Makanya tantangan itu harus dihadapi, jangan dianggap sebagai masalah,”ujarnya.

Namun demikian kata dia, ekspektasi masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur sekarang ini, lebih tinggi sehingga Kementerian PUPR menjawabnya dengan penyediaan yang lebih cepat.

“Contohnya, kemarin saja pembangunan jalan darurat di Semarang ditunggu. Kami kan tutup pukul 12 malam, sehingga masyarakat menunggu sampai jam enam pagi untuk lewat,” katanya.

Yang jelas, Basuki mengatakan Kementerian PUPR akan terus mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan infrastruktur, termasuk ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatra. ”Oleh karena itu, untuk mempercepat dan mewujudkan infrastruktur bisa dikerjakan dengan baik,”paparnya. (Suparman)

banner 521x10

Komentar