oleh

Meski Pandemi COVID-19 Semangat Berkurban Warga ASS Tinggi

INILAHONLINE.COM, DRAMAGA

MESKI di tengah kondisi mewabahnya pandemi COVID-19, antusias umat muslim di Perumahan IPB Alam Sinar Sari (ASS), Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, untuk berkurban sangat tinggi. Sebanyak 16 ekor sapi dan 19 ekor domba diserahkan ke Masjid Besar An-Nuur, Kecamatan Dramaga, untuk dipotong dan dibagikan kepada warga komplek dan warga sekitarnya.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) An-Nuur, H. Dahri Iskandar mengatakan, meskipun dalam kondisi pandemi COVID-19, antusias masyarakat untuk berkurban sangat luar biasa. Walaupun jumlah hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun lalu, tetap[i tidak terlalu siknifikan .

‘’Ada penurunan jumlah hewan kurban tahun ini jika dibandingkan tahun lalu. Mudah-mudahan COVID segera berakhir, dan tahun depan pelaksanaan hewan kurban bisa dilaksanakan dengan normal.,’’kata Dahri, di Bogor, Sabtu (1/8/2020).

Sementara itu, Ketua Panitia Pemotongan Hewan Kurban Masjid An-Nuur, H. Rusmanta mengatakan, pelaksaan pemotongan hewan kurban berjalan lancar. Dan semua panitia dan warga yang dilibatkan dalam pemotongan hewan tetap mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan untuk menghindari penularan COVID-19.

‘’Alhamdullilah semua berjalan lancar, semua terkendali, dan semua menjalankan protap COVID-19. Mudah-mudahan menjadi berkah atas dukungan para jemaah,’’ujar H. Rusmanta.
Menurut Rusmanta, jumlah hewan kurban sapi tahun ini sebanyak 16 ekor dan domba sebanyak 19 ekor. Sedangkan tahun lalu jumlah sapi sebanyk 21 ekor, dan domba sebanyak 43 ekor.

Dijelaskan, semua rencana pemotongan hewan kurban dilaksanakan di shelter pemotongan hewan. Namun karena kondisi saat ini masih pandemi virus corona, penitia memutuskan untuk pelaksanaan pemotongan hewan kurban di halaman Masjid An-Nuur. Tetapi tetap dilaksanakan sesuai prtokol kesehatan dan petunjuk pihak kecamatan.

Rusmanta juga mengatakan, pelaksanaan pemotongan hewan kurban tahun berbeda dengan tahun lalu. Pemotongan hewan diserahkan kepada pihak RPH, sedangkan untuk pemotongan daging kurban dilakukan oleh orang-orang yang ditunjuk panitia.

‘’Kalau tahun lalu, pemotongan hewan kurban dikelola oleh warga. Tapi kali ini kita melibatkan pihak profesional. Tujuannya, agar tidak terjadi penumpukan warga,’’jelas Rusmanta.

Demikian juga dengan pembagian daging kurban, tidak dilakukan di areal masjid, tetapi diserahkan ke ketua RT masing-masing untuk selanjutnya diserahkan kepada penerima daging kurban (warga).

‘’Kita tidak ingin terjadi penumpukan massa di areal masjid. Jadi daging kurban yang sudah siap dibagikan kepada warga, kita serahkan kepada ketua RT masing-masing. Mereka yang kemudian membagikannya kepada warga,’’jelas Rusmanta.

Ustadz Darman Fillah mengatakan, berkat doa dari semua warga, pelaksanaan pemotongan hewan kurban di Masjid An-Nuur berjalan lancar. Mudah-mudahan pelaksanaan kurban pada tahun depan lebih semarak lagi. Tentunya atas dukungan warga komplek Perumahan Alam Sinar Sari.

Darman menjelaskan bahwa makna kurban bagi umat muslim ialah menyembelih hewan-hewan tertentu seperti domba, sapi dan unta, pada saat hari raya dan hari tasyrik, dengan tujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah.

‘’Jadi kita maknai bahwa semangat berkurban ini adalah bagian dari pada kita berupaya agar COVID-19 ini segera berakhir, kita mendekatkan diri kepada Allah melalui penyembelihan hewan kurban,”katanya.

Disamping upaya setiap orang untuk mendekatkan diri kepada Allah, semangat berkurban juga momentum untuk membantu antarsesama di tengah COVID-19. (Periksa Ginting)

Komentar