oleh

Musim Penghujan Hati-Hati Berkendara, Ada 133 Pohon di Kota Bogor Berstatus Rawan Tumbang

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Kepala Bidang Pertamanan dan PJU Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Febi Darmawan mengatakan ratusan pohon di Kota Bogor rawan tumbang. Data dari yang ada mengidentifikasi, ada 133 pohon berstatus merah atau rawan tumbang yang masuk dalam program Kartu Tanda Pohon (KTP).

“Pohon di Kota Bogor ada 666, yang ber-KTP hijau 60 persen, 30 persen kuning dan 20 persen merah. Jadi ada 133 pohon yang berstatus merah dan kami akan menindaklanjuti dengan menebangnya,” ujar Kepala Bidang Pertamanan dan PJU Disperumkim Kota Bogor, Febi Darmawan seperti dikutip medcom.id, Selasa (3/10/2020).

Menurut Febi, secara keseluruhan Kota Bogor memiliki sekitar 14 ribu pohon. Namun baru 666 pohon yang sudah diperiksa dan teridentifikasi kesehatannya. Pihaknya akan mengidentifikasi pohon yang belum ber-KTP.

“Artinya implementasi di lapangan kami sudah mengambil tindakan dengan memangkas pohon ber KTP merah. Sisanya masih dalam penjadwalan untuk di eksekusi,” terangnya.

Adapun kawasan pohon di Kota Bogor yang ber-KTP merah, Lanjut Febi, terdapat di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Bogor Selatan di Kelurahan Lawang Gintung dan Batu Tulis, Kecamatan Tanahsareal di Jalan Ahmad Yani dan di Kecamatan Bogor Tengah serta Kecamatan Bogor Utara, ada di Jalan Padjadjaran.

“Jadi kami imbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat melintas kawasan yang terdapat pohon-pohon besar saat hujan dan juga angin kencang,” pesan Febi.

Sementara itu, Walikota Bogor Bima Arya mengimbau jajarannya dan masyarakat untuk waspada terhadap ancaman bahaya bencana hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca seperti banjir, longsor, puting beliung hingga pohon tumbang.

Menurut Bima Arya, dirinya sudah memerintahkan jajaran terkait agar berupaya mengantisipasi dengan melakukan pemangkasan dahan dan menebang pohon yang sudah rapuh.

“Sudah sekitar 300-an pohon yang sudah di trimming (pemangkasan) oleh Bidang Pertamanan,” kata Bima Arya.

Terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Priyatna Syamsah mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga, di musim penghujan ini dan ditambah fenomena La Nina yang dapat berdampak buruk pada curah hujan yang disertai petir dan angin kencang.

Guna meminimalisir jatuhnya korban jiwa, selain memantau pohon-pohon rawan, BPBD meminta warga untuk tidak berkendara atau melintas di titik-titik rawan.

“Sebaiknya tidak berkendara saat hujan yang disertai petir. Jika terlanjur sedang mengemudi, kemudian ada angin kencang, sebaiknya menepi ke tempat yang aman,” katanya seperti dilansir radarbogor.id Selasa (3/11/2020).

”Hindari di bawah pohon, tiang listrik dan papan reklame. Selain karena jarak pandang terbatas, berkendara di saat hujan deras dan angin kencang bisa membahayakan karena ancaman pohon tumbang, dahan patah atau baliho roboh,” pintanya.(*)

Komentar