oleh

PAMONG WALAGRI “Inovasi Dinas Kesehatan Kota Bogor Dalam Pemeriksaan Kesehatan Dan Melakukan Olahraga Dengan Teratur, Waspadai Gejala Gangguan Degeneratif Secara Dini”

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab kematian hampir 70% di dunia. Penyakit tidak menular menunjukkan adanya kecenderungan semakin meningkat dari waktu ke waktu. Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 dan 2018 tampak kecenderungan peningkatan prevalensi PTM seperti Diabetes Mellitus (1,5-2%), Hipertensi (9,4-8,4%), Stroke (7-10,9/mil), Ginjal kronis (2-3,8/mil) kanker (1,4-1,8/mil), dan penyakit lainnya termasuk gangguan kesehatan jiwa. Fenomena ini diprediksi akan terus berlanjut.

Berbagai Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (FR PTM) diantaranya adalah merokok dan keterpaparan terhadap asap rokok, diet/pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, konsumsi minuman beralkohol, dan stress. Adapun gangguan kesehatan seperti obesitas, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, dan kolesterol tinggi meningkatkan risiko terjadinya penyakit tidak menular.

Sasaran pengendalian dan pencegahan PTM terbanyak di usia 15-59 tahun (usia produktif), dimana usia tersebut banyak ditemui di tempat kerja dan sekolah. Oleh karena itu, strategi pencapaian target deteksi FR PTM diarahkan ke lingkungan tersebut.

Sejak tahun 2017 kegiatan deteksi dini FR-PTM telah dilakukan pada ASN Kota Bogor melalui program inovasi PAMONG WALAGRI.  PAMONG WALAGRI merupakan akronim dari Pemeriksaan Kesehatan dan Melakukan Olahraga dengan Teratur Waspadai Gejalan Gangguan Degeneratif secara Dini.  

Deteksi dini pada ASN Kota Bogor tahun 2017 dilakukan pada 683 orang dan tahun 2018 pada 757 orang yang terdiri dari SKPD, kecamatan, serta kelurahan. Gambaran hasil pemeriksaan faktor risiko penyakit tidak menular pada SKPD Kota Bogor tahun 2017 dan 2018 menunjukkan bahwa faktor risiko penyakit tidak menular masih tinggi. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa: merokok 43,92% (2017) dan 32,8% (2018), obesitas 48,91% (2017) dan 41,7% (2018), hipertensi 21,96% (2017) dan 12,8% (2018), hiperkolesterol 46,42 % (2017) dan 21,4% (2018), hiperglikemi 5% (2017) dan 4,89% (2018).

PAMONG WALAGRI merupakan salah satu program inovasi Dinas Kesehatan Kota Bogor berupa pencegahan dan pengendalian faktor risiko PTM bagi ASN Kota Bogor melalui kegiatan deteksi dini, pemantauan kesehatan berkala, dan rujukan secara berkesinambungan. Kegiatan ini akan menciptakan ASN Kota Bogor yang sehat atas dirinya, sehingga dapat menjadi pamong pengayom masyarakat guna menjadikan masyarakat yang sehat walagri.

Pelaksanaan kegiatan PAMONG WALAGRI ini selaras dengan adanya Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang ditindaklanjuti oleh Peraturan Walikota Bogor Nomor 48 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kota Bogor, dalam upaya mensinergikan tindakan dari upaya promotif dan preventif hidup sehat guna meningkatkan produktivitas ASN Kota Bogor dan menurunkan beban pembiayaan pelayanan kesehatan akibat penyakit tidak menular. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, mengonsumsi buah dan sayur; dan memeriksakan kesehatan secara rutin.

Kohor deteksi dini FR-PTM diharapkan dapat memotivasi ASN Kota Bogor untuk memodifikasi perilaku menurunkan faktor risiko PTM seperti melaksanakan aktivitas fisik secara teratur, meningkatkan proporsi makan sayur dan buah, tidak merokok, tidak minum minuman beralkohol, mengurangi konsumsi gula dan garam. Konsumsi garam yang dianjurkan adalah 1 sendok teh/hari, gula sebanyak 4 sendok makan/hari, dan minyak/lemak sebanyak 5 sendok makan/hari. Deteksi dini yang dilakukan akan menghasilkan penemuan kasus secara dini, sehingga akan meningkatkan angka kesembuhan dan keberhasilan pengobatan yang dilakukan.

ASN yang sehat dan bugar akan meningkatkan kinerja dalam memberikan layanan kepada masyarakat Kota Bogor.

Oleh :
Drg. Firry Triyanti, M.Kes
Kepala Seksi PPTM, Keswa dan Kesorga

Komentar