INILAHONLINE.COM, MAGELANG
Secara makro, adanya Pandemi Covid – 19 menyebabkan penurunan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 30 – 80 persen, seiring diberlakukannya kebijakan yang membatasi pergerakan manusia di Indonesia, hingga munculnya himbauan larangan pulang, dan hampir seluruh wilayah telah menutup tempat wisata.
“Hampir seluruh aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif di Magelang lumpuh, mengakibatkan para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif untuk sementara tidak beroperasi,” kata Kepala Danas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso pada pelatihan pemandu wisata dan budaya, Selasa (4/8-2020).

Pelatihan Pemandu Wisata Budaya (Kuliner dan Belanja) Kabupaten Magelang tahun 2020, diikuti 40 orang erserta, terdiri pelaku kuliner, oleh-oleh, pedagang dan lainnya, berlangsung tanggal 4 – 6 Agustus 2020, di Hotel Atria, Magelang.
Menurut Iwan, insan pariwisata harus tetap kreatif dan inovatif menghadapi Covid – 19, agar tetap mampu bersaing dan menjadi pemenang. “Pelaku wisata, khususnya kuliner harus kreatif dan inovatif agar tetap bertahan, meski ada Corona, orang tetap ingin makan enak,” kata Iwan.
Tujuan pelatihan, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas yang terkait dibidang pariwisata. Bidang pariwisata, khususnya kuliner dan modis tidak pernah mati, meski di tengah Covid – 19, maka perlu adanya terbosan dengan melakukan inovasi.
Di tengah kesulitan, memang dibutuhkan kreativitas dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul, agar ada inovasi yang mampu untuk menguatkan produktivitas untuk berkreatif. “Kita harus bersinergi dengan kreatif untuk menciptakan inovasi, agar mampu berdaya saing,” ujarnya.
Sinergitas atau gotong royong, lanjut Iwan, merupakan langkah yang harus dilakukan dan ditumbuhkan. Harapan ke depan, insan pariwisata bisa mengantisipasi dengan baik. “Kuliner jangan terganggu, karena masih bisa berjualan melalui online. Jadi, masih banyak peluang yang bisa dilakukan,” tambahnya.

Mengingat kekayaan alam dan budaya di Kabupaten Magelang, sangat luar biasa sebagai tujuan wisata budaya. Termasuk seni memasak dengan konsep pasar kuliner tradisional, merupakan cara kreatif memasarkan produk lokal dengan kearifan yang perlu di apresiasi.
Kondisi Pandemi ini, tidak harus mengejar kuantitas, tetapi harus mengejar kualitas. “Artinya, sekarang ini kita tidak perlu dengn wisatawan jumlah besar, tapi cukup wisatawan dengan kualitas lama tinggal lebih lama,” ujarnya.
Pelaku Wisata Magelang, Priyo Wahyu P menyatakan, Kabupaten Magelang sebagai tujuan wisata, tapi masyarakatnya masih belum sadar terhadap wisata. Padahal, sebagai daerah tujuan wisata, perlu mendapatkan dukungan masyarakat.
“Perlu sinergitas antara masyarakat dan pelaku wisata, dengan menggalang dan mengorganisir peran serta masyarakat, sehingga menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Priyo. (Ali Subchi)





























































Komentar