oleh

Pangaduan Perilaku Anggota Polri Bisa Diadukan Melalui Aplikasi “Propam Presisi” Di Play Store

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Untuk melayani pengaduan masyarakat terkait kinerja anggota Polisi, kini Polri meluncurkan sejumlah aplikasi layanan digital. Peluncuran aplikasi ini juga diumumkan melalui kanal Twitter Divisi Humas Polri, @DivHumas_Polri yang menuliskan, “Propam Presisi Kurang puas dengan pelayanan dan perilaku anggota Polri

Polri dibawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara resmi meluncurkan aplikasi “Propam Presisi” untuk Android maupun Apple. Aplikasi ini bertujuan untuk melayani pengaduan masyarakat terkait kinerja anggota polisi. Sobat Polri dapat membuat laporan dan pengaduan dengan mengunduh aplikasi “Program Presisi” di Play Store atau App Store lohh…”.

Kapolri yang sadar akan era keterbukaan, alasan lain dari pembuatan aplikasi ini juga menjadi pengawasan anggota polri yang berada di dalam lingkup internal. “Keterbukaan ini penting untuk mengetahui secara utuh pendapat publik terhadap Polri. Dengan adanya aplikasi ini akan membuat Polri berbenah diri,” kata Sigit di Mabes Polri, Jakarta,  Selasa (13/4/2021)

Untuk Langkah penggunaan aplikasi ini, masyarkat dapat mendownload terlebih dahulu aplikasi propam presisi di Playstore maupun Appstore. Setelah berhasil didownload, pengguna dapat mendaftarkan diri dengan menggunakan nomor NIK yang sesuai dengan KTP.

“Setelah itu, dapat memverifikasi diri dengan men-scan wajah. Setelah berhasil, akan muncul tulisan ‘Verifikasi identitas berhasil. Silahkan lanjutkan untuk buat pengaduan’, terangnya.

Setelah itu bagi pengguna yang ingin langsung melakukan pengaduan dapat mengisi form yang sudah disediakan. Ketika melaporkan, pengguna dapat mengunggah foto atau laporan untuk menguatkan bukti pengaduan yang disampaikan lewat aplikasi “Propam Presisi” ini.

“Hadirnya aplikasi Propam Presisi ini agar kerja polisi dapat diawasi tidak hanya secara internal, tetapi juga secara eksternal. Sebab, menurutnya, saat ini merupakan era keterbukaan.

Lebih lanjut Kapolri mengatakan, saat ini bukan saatnya kita untuk menutup-nutupi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di internal Polri, yang ada di organisasi Polri, karena keterbukaan ini penting untuk mengetahui secara utuh mengenai pendapat publik mengenai Polri.

“Dengan demikan, Polri dapat berbenah diri, yakni. dengan mengetahui potret secara benar, tentunya kita bisa memperbaiki apa yang masih menjadi kekuarangan, apa yang harus diperbaiki,” tegasnya.

Apresiasi DPR

Sementara itu, dengan diluncurkannya aplikasi “Propam Presisi” oleh Polri, Wakil Ketua Komisi III DP- RI, Adies Kadir berpendapat, Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat ini banyak melakukan terobosan yang bertujuan untuk melayani pengaduan masyarakat terkait kinerja anggota polisi. 

“Dengan kehadiran aplikasi ini, kita diharapkan agar kerja polisi dapat diawasi tidak hanya secara internal, tetapi juga secara eksternal,” ujarnya

Anggota legislator dari Fraksi Golkar ini mengatakan, di era keterbukaan seperti saat ini, diperlukan transparansi dari setiap lembaga baik eksekutif maupun legislatif, seperti yang dilakukan oleh Propam Polri.

“Dengan meluncurkan program layanan aplikasi “Propam Presisi”bentuk implementasi pengaduan masyarakat terkait kinerja aparat kepolisian dengan merespon lebih cepat,” kata Kadir, Rabu (14/4/2021).

Menurut Ketua Umum MKGR, Propam selama ini adalah salah satu struktur organisasi di Polri yang bertanggung-jawab kepada masalah pembinaan profesi dan pengamanan di lingkungan internal organisasi Polri. Propam Polri juga dikenal sebagai salah satu unsur pelaksana staf khusus Polri di tingkat Markas Besar yang berada di bawah Kapolri.

“Salah satu tugas Propam adalah membina dan menyelenggarakan fungsi pertanggungjawaban profesi dan pengamanan internal. Ini termasuk penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri dan pelayanan pengaduan masyarakat tentang adanya penyimpangan tindakan anggota/PNS Polri,” imbuhnya. 

Selain itu, Adies Kadir juga mengatakan, bahwa Divisi Propam Polri, senantiasa diharapkan untuk terus dapat menjalankan Fungsi Provos dalam penegakan disiplin dan ketertiban di lingkungan Polri.  Untuk itu diperlukan ketegasan dalam melaksanakan tugasnya. Termasuk menindak aparat kepolisian yang dianggap melanggar aturan.

 “Divisi Propam harus berani menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan pelanggaran,” tandasnya.

Terkait dengan adanya pernyataan dari Kepala Divisi Propam Mabes Polri, Irjen Ferdy  Sambo, yang secara terbuka meminta maaf kepada Kapolri, Adies menilai sebagai hal yang wajar. Hal itu adalah sebuah bentuk pertanggungjawaban kepada atasan.

Sebelumnya, di beberapa pemberitaan di media, Irjen Fredy Sambo meminta maaf kepada Kapolri atas peningkatan secara kualitas dan kuantitas dalam pelaksanaan kegiatan pelanggaran anggota. Dari data Propam Polri, pada 2020 tercatat ada 3.304 pelanggaran disiplin, 2.081 pelanggaran KEPP, dan 1.024 pelanggaran pidana.

“Meminta maaf apabila memang terjadi kesalahan yang dilakukan oleh aparat kepolisian adalah hal yang wajar. Hal-hal baru seperti ini yang membuat Divisi Propam Polri di bawah saudara Irjen Fredy Sambo sangat membanggakan. Semoga ini bisa membuat Polri lebih baik lagi dan benar-benar menjadi pengayom masyarakat,” pungkasnya. (Piya Hadi)

Komentar