oleh

Kabupaten Bogor Terlalu Besar, Bupati Bogor Mendukung Pembentukan Pemekaran DOB Kabupaten Bogor Timur

INILAHONLINE.COM, BOGOR – Kabupaten Bogor terlalu besar untuk sebuah kabupaten, Pasalnya, jika dilihat dari luas wilayah dan jumlah penduduknya termasuk overload (padat-red). Hal itu dikatakan Bupati Bogor Ade Yasin kepada media, Sabtu (17/4/2021)

“Kami menyambut baik mengenai rencana persiapan Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur, karena  jumlah penduduk Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang sudah padat atau ‘overload‘ menjadi alasan utama kami mendukung pemekaran wilayah Bogor Timur,” ujarnya.

Menurutnya, Kabupaten Bogor sudah terlalu besar untuk sebuah kabupaten, makanya disepakati untuk dibuat DOB. Karena dengan adanya pemekaran wilayah ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pelayanan dan masyarakatnya diharapkan juga makin sejahtera.

Suasana Rapar Paripurna DPRD Jabar Persetujuan Calon pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur (Foto suara.com)

“Untuk  kedepannya, setelah pemekaran nanti ini diharpakan akan lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, meningkatkan potensi dan mampu menyejahterakan masyarakat Bogor

Lebih lanjut Ade Yasin mengatakn, penduduk Kabupaten Bogor sudah ‘overload’. Pemekaran wilayah Kabupaten Bogor Timur ini kebutuhan sangat ‘urgent’. “Karena luas wilayahnya juga cukup besar, sekarang ini Kabupaten Bogor bebannya seperti beban provinsi.

“Penduduk Kabupaten Bogor yang kini berjumlah 5,4 juta jiwa dinilai terlalu banyak bagi Pemkab Bogor untuk melakukan pelayanan dan pembangunan yang optimal,” ungkapnya di usai menghadiri rapat paripurna persetujuan bersama persiapan calon pemekaran DOB, di DPRD Jabar, Jumat (17/4/2021)

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil sebelumnya menandatangani surat persetujuan bersama antara Pemerintah Daerah Provinsi (Pemprov) jabar dan DPRD Jabar mengenai dua Calon Daerah Persiapan Otonom Baru (CDPOB), yakni Kabupaten Bogor Timur dan Kabupaten Indramayu Barat.

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar tentang CDPOB Kabupaten Bogor Timur dan Kabupaten Indramayu Barat, serta Persetujuan Rencana Kerja Sama Luar Negeri di Gedung DPRD Jabar, Kota Bandung, Jumat (16/4/2021)

“Kebijakan penataan daerah di Pemda Provinsi Jabar tertuang dalam misi tiga RPJMD 2018-2023, yaitu aitu mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan melalui peningkatan konektivitas wilayah dan penataan daerah dengan tujuan untuk pemerataan pembangunan,” terangnya.

Pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Bogor Timur disetujui dalam Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat. (Foto : RB)

Menurut Kang Emil sapaan akrab Ridwan Kamil menjelaskan, bahwa CDPOB merupakan upaya pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan. Dalam periode 2018-2023 di targetkan enam usulan pembentukan calon daerah persiapan otonom baru yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat masing-masing satu untuk tahun 2020 dan 2021, dan tahun 2022-2023 masing-masing dua usulan.

“Saat ini dua CDPOB yang diusulkan yaitu Kabupaten Bogor Timur dan Indramayu Barat. Karena Pemprov Jabar telah mengantongi persyaratan administratif untuk melakukan pemekaran terhadap dua wilayah ini,” ungkapnya

Selain persyaratan administrasi yang sduah dilengkapi, usulan pembentukan DOB ini atas usulan pemerintah daerah juga, yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Indramayu, adapun persyaratan dasar kewilayahan dan administrasi telah dilengkapi melalui surat Gubernur tanggal 22 Januari 2021.

“Kemudoan surat usulan itu kemudian dilanjutkan untuk diusulkan kepada DPRD Provinsi Jawa Barat untuk dilakukan pembahasan persetujuan bersama Gubernur-DPRD dan pemenuhan persyaratan administrasi di tingkat provinsi,” kata Ridwan Kamil yang didukung Bupati Bogor Ade Yasin  terkait pemerkaran kabupaten Bogor Timur. (Piya Hadi)

Komentar