Dorong Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar Disdik Jabar Gandeng UM Bandung

INILAHONLINE.COM, KOTA BANDUNG — Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung siap membantu Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dalam memverifikasi data anak tidak sekolah (ATS) melalui keterlibatan mahasiswa dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan saat jajaran UM Bandung bertemu Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jabar, Purwanto di Kantor Disdik Jabar Kota Bandung, Selasa (19/5/2026).

Rektor UM Bandung, Prof. Herry Suhardiyanto mengatakan, mahasiswa nantinya diharapkan dapat turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi data ATS yang telah dimiliki pemerintah.

“Mahasiswa dapat melakukan verifikasi karena data nama dan alamatnya sudah ada. Jika memang benar adanya, mereka bisa diajak, didorong, dan dimotivasi untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.

Ia menilai, kontribusi tersebut menjadi langkah nyata perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Jawa Barat. Selain pendataan ATS, mahasiswa juga diharapkan dapat terlibat dalam berbagai agenda pendidikan melalui koordinasi bersama Disdik Jabar.

Kadisdik Jabar, Purwanto pun menyambut baik dukungan UM Bandung. Menurutnya, keterlibatan akademisi sangat dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di Jawa Barat.

“Saya berharap UM Bandung bisa membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menggiring anak-anak yang tidak sekolah agar bisa kembali ke sekolah atau mengikuti program kesetaraan. Datanya sebenarnya sudah ada, tinggal diverifikasi di lapangan,” ungkap Kadisdik.

Selain membahas program ATS, pertemuan tersebut juga menyinggung sejumlah potensi kolaborasi lain antara UM Bandung dan Disdik Jabar. Salah satunya terkait penerapan konsep kampus hijau dan sekolah hijau yang dinilai sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Hari ini saya berbahagia karena UM Bandung memiliki semangat yang sama dengan kami, terutama dalam penerapan pembangunan berkelanjutan di lembaga pendidikan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Prof. Herry juga menyampaikan perkembangan program beasiswa ISPA bagi 40 mahasiswa UM Bandung yang sebelumnya disampaikan Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi pada forum Milad Muhammadiyah Nasional tahun lalu.

Menurutnya, proses seleksi telah dilakukan dan diharapkan segera mendapat tindak lanjut dari Pemprov Jabar.

Selain itu, UM Bandung turut menawarkan pengembangan sistem informasi berbasis balanced scorecard yang selama ini diterapkan di kampus untuk membantu pemantauan kinerja sekolah-sekolah di Jawa Barat.

Kolaborasi di bidang penanganan sampah, penerapan kampus hijau hingga penguatan prinsip sekolah hijau juga menjadi bagian dari pembahasan kedua pihak.(Frida)

banner 521x10

Komentar