oleh

Pelaksanaan Musda DPD Golkar Jateng Kembali Diundur

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Jateng yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 3- 5 tahun 2020 ini, kembali diundur dengan alasan Ketua Umum Erlangga Hartarto yang membuka langsung bersamaan dengan acara empat DPP Golkar lainnya. Musda yang memilih Ketua DPD Partai Golkar Jateng tetap akan digelar, namun kepastian belum ditentukan.

Bendahara DPD Partai Golkar Jawa Tengah Mohammad Saleh mengatakan pihaknya menerima informasi pengunduran pelaksanaan Musda dari DPP Golkar secara lisan dari DPD Golkar Pusat.

Menurutnya, saat ini belum bisa menyampaikan alasan terkait pengunduran pelaksanaan Musda itu. Namun, jika nantinya menerima surat resmi dari DPP Partai Golkar terkait pengunduran agenda Musda, baru bisa menyampaikan alasan mengenai pengunduran Musda.

 

“Secara lisan sudah kami terima dari DPP partai Golkar terkait musda partai Golkar diundur. Untuk surat resmi dari DPP kemungkinan turun hari ini, sehingga sebelum menerima surat resmi dari DPP saya tidak bisa menyampaikan alasan secara rinci,” ujar di Semarang, Senin siang (2/3).

Saleh menambahkan, hingga saat ini sudah terdapat sebanyak tiga nama kandidat yang muncul untuk memperebutkan kursi jabatan ketua periode lima tahun ke depan. Ketiga kandidat itu terdiri Bupati Karanganyar Juliyatmono, Bupati Batang Wihaji dan Panggah Susanto (Anggota DPR RI).

“Hingga hari ini, yang sudah melakukan pendaftaran yaitu Juliyatmono dan Panggah. Untuk pak Wijaji belum mendaftar. Paling lambat pendaftaran pada hari H pelaksanaan Musda,” tutur Saleh yang juga sebagai Ketua Panitia Musda Partai Golkar Jateng 2020.

Sementara Ketua DPD Golkar Jateng petahana, Wisnu Suhardono saat ini telah menjabat dua periode, sehingga sesuaia dengan aturan AD/ART sudah tidak bisa mencalonkan kembali.

“Sesuai aturan partai, Pak Wisnu memang masih bisa menduduki jabatan untuk kali ketiganya, dengan catatan memperoleh persetujuan dari Ketum Golkar,” ujarnya.

 

Menurut informasi yang berkembang mundurnya pelaksanaan Musda Golkar Jateng, diduga ada pemaksaan kehendak dari Ketua DPP Golkar untuk meniru pemilihan Musda yang dilakukan secara mufakat dan musyawaran dengan calon tunggal. Namun calon yang sudah siap maju dipaksa untuk mengundurkan diri.

”Dalam era demokrasi sekarang ini masak masih ada pemaksaan untuk mengundurkan diri, padahal syarat pencalonan yang dilakukan sudah memenuhi aturan. Jadi sudah tidak jamannya lagi untuk melakukan pemaksaan seperti itu,”ujar sumber yang dipercaya tersebut.

Musda Golkar Provinsi Jawa Tengah awalnya dijadwalkan digelar 15 Februari 2020, kemudian diundur menjadi 22 Februari 2020, dan diundur lagi menjadi 4 Maret 2020 dan selanjutnya kembali diundur sampai menunggu surat dari DPP Partai Golkar.

(Suparman)

Komentar