oleh

Pemkab Bogor Dirugikan Miliaran Rupiah, Dishub Diduga “Sabotase” PAD

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor diduga kuat telah melakukan “sabotase” Penerimaan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran (TA) 2020, berakibat penerimaan dari sektor retribusi parkir ratusan juta, bahkan miliaran rupiah “raib”. Bukti adanya dugaan sabotase tersebut dapat dilihat pada Surat Perintah Nomor 5…. Maret 2020, tertanda Kepala Dinas, tanpa ada tembusan. Benarkah Dishub sabotase?

Sebut saja Polan (bukan nama sebenarnya) yang mengungkapkan hal itu pada INILAHONLINE.COM, di Cibinong. “Melalui Surat Perintah No. 5…/…, Maret 2020, tertanda Kadishub, tanpa tembusan, telah memerintahkan semua Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolan Prasarana Dan Perlengkapan Perhubungan Wilayah, menutup titik parkir yang dikelolanya,” ujarnya Selasa (6/7/2020) di Cibinong.

Dijelaskan Polan, akibat ditutupnya sejumlah titik lokasi parkir yang berada di semua wilayah (ada lima UPT –red) berakibat penerimaan asli daerah dari sisi retribusi parkir untuk TA 2020 bernilai ratusan bahkan miliaran rupiah hilang. Padahal sebelum ditutup, penerimaan dari retribusi parkir sangat signifikan dan itu sudah berlangsung puluhan tahun. Ia menduga jangan-jangan ini bentuk sabotase PAD.

Tak hanya itu, katanya, selain kerugian dalam penerimaan retribusi, ratusan petugas parkir baik perorangan maupun kelompok masyarakat yang menangani penarikan dan pengelolaan titik lokasi parkir kini kehilangan pekerjaan. Padahal, untuk dapat mengelola titik lokasi parkir terlebih dahulu dibuat perjanjian kerjasama dengan kewajiban setoran harian dan bulanan sesuai kesepakatan.

Sejauhmana kebenarannya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) kabupaten Bogor Ade Mulyana, yang hendak dikonfirmasi Rabu (7/7/2020) kemarin, melalui resepsionist yang bertugas mengaku bernama Selvy, minta kepada INILAHONLINE.COM, menunggu sebentar karena, sedang briefing. Tapinya nyata tidak lama kemudian Ade Mulyana “kabur” pergi keluar kantor tanpa pesan walau hanya sepatah kata.

Sebagaimana diketahui, Kadishub Ade Mulyana pada bulan Maret 2020 telah menerbitkan Sprint berisi memerintahkan kepada semua kepala UPT (ada lima UPT) untuk menutup titik parkir pada wiayah yang pengelolannya melalui pemungutan retribusi parkir dengan memberhentikan kendaraan bermotor di tepi jalan umum. Sprint tersebut telah ditindak lanjuti oleh para Kepala UPT. (Agoeng HP).

Komentar