oleh

Pengelolaan TPS3R Kurang Penumpukan Sampah TPA

INILAHONLNE.COM, MAGELANG

Upaya meminimalisir pembuangan sampah rumah tangga dan industri ke Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Pasuruhan, Mertoyudan, maka Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang, menggelar lomba pengelolaan sampah tingkat desa, melalui TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle).

“Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengobtimalan pengelolaan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) di sejumlah kecamatan,” kata Kepala DLH Kabupaten Magelang, Sarifudin SH, didampingi Kepala Seksi Kebersihan Suko Wibowo, Selasa (23/3/2021).

Menurut Sarifudin, pengobtimalan yang kami lakukan, adalah dengan mengadakan lomba manajemen TPS3R. Kegiatan ini juga sebagai upaya pembinaan terhadap para pengelola dan tahun ini kami baru pertama kali melakukan lomba ini.

“Lomba bank sampah dan TPS3R ini, juga untuk menyemarakkan HUT Kotq Mungkid ke-37, sekaligus memacu kembali pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga, agar sampah bisa selesai di desa,” ujarnya.

Selain lomba TPS3R, kata Syarif, sebelumnya pihaknya juga mengadakan lomba pengelolaan bank sampah. “Tujuannya sama. Yakni bagaimana menekan dan meminimalisir pembuangan sampah ke TPSA. Di sisi lain, kegiatan juga sebagai bentuk perhatian dan motivasi terhadap para pengelola agar semakin bersemangat memberdayakan bank sampah dan TPS3R,” tegasnya.

Untuk lomba TPS3R sendiri, imbuh Suko, ada 8 peserta yang ikut. Mereka berasal dari 7 kecamatan. Meliputi, TPS3R Sumber Rejeki dari Desa Pagersari Kecamatan Mungkid, TPS3R KSM Berkah Gunungpring, Kecamatan Muntilan.

Kemudian, TPS3R KSM Mukti Bersama Kaliangkrik, TPS3R KSM Enggal Nyaman, Gondosuli, Muntilan, TPS3R KSM Sekar Tanjung, Tanjungsari, Windusari, TPS3R Ngablak Sumilak, Ngablak dan TPS3R Asri Desa Banyudono di Dukun.

“Sebenarnya TPS3R di Kabupaten Magelang saat ini ada lebih dari 20. Namun karena yang sudah beroperasi baru sekitar itu (8). Untuk lainnya, kebanyakan baru selesai dibangun tahun 2019 kemarin, sehingga pengelolaannya belum maksimal. Bahkan ada beberapa yang belum dikelola sama sekali, karena baru selesai di bangun akhir 2020 kemarin,” imbuh Suko.

Sementara sebagai juri dalam lomba tersebut, melibatkan dari unsur fasilitator TPS3R Propinsi Jawa Tengah, perwakilan dari Tim Penggerak PKK dan perwakilan PWI Kabupaten Magelang. (ali subchi)

Komentar