Penurunan Angka Kemiskinan Jawa Tengah Tertinggi Seluruh Indonesia

Gaya Hidup, Nasional356 Dilihat

InilahOnline.com (Semarang-Jateng) – Penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dalam satu tahun terakhir ini, ternyata paling baik dari seluruh provinsi di Indonesia. Berdasarkan sensus sosial nasional (Susenas) Maret 2017 mencatat, sejak September 2016 sampai Maret 2017 penduduk miskin di Jateng berkurang 43 ribu jiwa. Disusul Provinsi Jawa Timur yang penduduk miskinnya berkurang 21,5 ribu jiwa, Papua 17,2 ribu jiwa dan Sumatera Barat 12 ribu jiwa.

”Penyumbang utama keberhasilan Jateng adalah pengendalian inflasi yang sangat baik,”kata Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Tengah Margo Yuwono di Semarang, kemarin.

Menurut dia, periode September 2016 hingga Maret 2017 inflasi tercatat 2,63 persen sehingga mampu menjaga garis kemiskinan sebesar 3,25 persen. Jateng mampu menaikkan pendapatan per kapita dari 322,748 per bulan pada September 2016 menjadi Rp 333,224 per kapita per bulan pada Maret 2017.

”Inflasi yang kecil mempengaruhi penurunan angka kemiskinan, sehingga Jateng paling tinggi se Indonesia. Angka penurunan bisa mencapai 43 ribu, tetapi di Aceh tidak turun, sebaliknya malah naik sangat banyak 31 ribu,”kata Margo saat paparan dalam Rakor Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Jawa Tengah di Eks Kantor Balitbang Jateng.

Ditambahkan, dalam menjaga laju inflasi sangat penting diperhatikan yaitu terjaganya harga komoditas, terutama pangan. Sebab, komoditas pangan menjadi penyumbang terbesar garis kemiskinan, yaitu 73,41 persen. Sedangkan komoditas untuk non pangan antara lain perumahan, bensin dan listrik hanya menyumbang 26,59 persen.

”Kuncinya adalah menjaga laju inflasi. Kalau inflasi kita jaga, garis merahnya tidak bergerak, tinggal bagaimana kita menaikkan pendapatan,”jelasnya.

Sementara Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, laju inflasi di Jateng selalu dibawah nasional, sehingga mendapat predikat terbaik dalam pengendalian inflasi dua tahun terakhir. Selain itu,pihaknya mengintervensi kemiskinan dengan beberapa program.

”Pembagian Kartu Jateng Sejahtera untuk warga miskin,manula dan penderita penyakit kronis, mendapat jaminan kesehatan pemerintah,”katanya.

Tahun ini pembagian itu, menurut Ganjar mencapai 12.764 KJS, sehingga pemilik kartu akan mendapat bantuan Rp 250 ribu per bulan yang diberikandua kali dalam setahun. ”Dana berasal dati APBD 2017 sebesar Rp 38,29 mikiar.(Suparman)

catatan : Perbandingan Progres Kemiskinan se-Jawa. Jateng turun 43 ribu jiwa, Jatim turun 21,5 ribu jiwa, Yogyakarta turun 300 jiwa, Jabar naik 300 jiwa, DKI naik 3.900 jiwa, Banten naik 17.300 jiwa (Sumber data Sensus Ekonomi Nasional September 2016-Maret 2017)

banner 521x10

Komentar