oleh

Perguruan Tinggi Harus Ikut Berdayakan UMKM

INILAHONLINE.COM, YOGYAKARTA

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, minta perguruan tinggi ikut mendorong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berkembang, karena UMKM memiliki peran strategis menumbuhkan perekonomian nasional.

Namun begitu, masih terdapat berbagai hambatan yang dihadapi pelaku UMKM, seperti persoalan jejaring, keterbatasan modal, kesulitan dalam pemasaran, keterbatsan teknologi serta inovasi.

“Perguruan tinggi, untuk mendukung pemberdayaan dan pengembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),” kata Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, saat menjadi pembicara kunci dalam Workshop dan Temu Bisnis Nasional UMKM II yang berlangsung di Grha Sabha Pramana UGM, Rabu (16/10).

Workshop mengusung tema Menembus Pasar Disruptif, Menuju UMKM Tangguh dan Berkelanjutan untuk Mendukung Kekuatan dan Kedaulatan Ekonomi Bangsa, diikuti tidak kurang dari 300 UMKM dari berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Eko, disisi lain UMKM mampu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. UMKM juga berkontribusi dalam meningkatkan pendapatan masyarakat. Dari kegiatan UMKM ini pendapatan masyarakat desa meningkat sepanjang 2014-2018. Mengalami kenaikan 43 persen dari 527 ribu per kapita perbulan menjadi 804 ribu per kapita per bulan.

“Rata-rata peningkatan pendapatan warga desa sebanyak 6,13 persen per tahun selam aperiode 2015-2017. Karenanya peran lembaga pendidikan dalam melihat peluang ini menjadi sangat penting,”urainya.

Selain itu, keberadaan UMKM juga mampu mengentaskan kemiskinan. Sepanjang maret 2018 hingga Maret 2019 terjadi penurunan kemiskinan 0,81 juta.

Eko menyampaikan terdapat sejumlah langkah yang bisa dilakukan dalam pemberdayaan UMKM menghadapi berbagai hambatan dan peluang yang ada. Salah satunya dengan mendorong UMKM menjadi bagian dari rantai pasokan. Memberikan dukungan terhadap akses finansial, akses pasar, serta dukungan dalam bidang riset dan pengembangan produk.

Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang ekonomi dan Pembangunan, Muji Raharjo menyampaikan pentingnya keberadaan UMKM dalam pembangunan. UMKM memiliki posisi penting dalam keberlanjutan pembangunan, pemerataan perekonomian rakyat, dan menyumbang devisa negara.

Meskipun begitu sampai saat ini UMKM masih menghadapi sejumlah persoalan. Mulai dari pembiyaan hingga keterbatasan teknologi dan inovasi. “Karenanya pemerintah dan sektor terkait perlu mendukung agar bisnis UMKM berjalan lancar,” ujarnya.

Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Ing., IPU., mengatakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tanah air terus mengalami pertumbuhan. Hal tersebut dapat dilihat dari jumlah UMKM sebelum krisis moneter tahun 1998 yang berada diangka 40 jutaan naik secara signifikan di tahun 2018 menjadi 64 jutaan. “UMKM kita mengalami pertumbuhan yang pesat setelah 20 tahun,” tuturnya.

Dia mengatakan UMKM memiliki peran strategis dalam menumbuhkan perekonomian nasional. Memberi kontribusi dalam pengembangan ekonomi nasional melalui peningkatan PDB dan ekspor non migas. Selain itu juga mengembangkan ekonomi lokal.

“Untuk memberdayakan UMKM dalam menghadapi pasar global dan revolusi industri 4.0 perlu meningkatkan kualitas produk, akses pasar, pemanfaatan teknologi yang tepat agar memberi kemanfaatan lebih besar bagi bangsa,” paparnya.

Tak hanya itu, inovasi juga diperlukan dalam bidang teknologi produksi, pemasaran dan jaringan, dan desain produk. Dukungan regulasi, kebijakan, keuangan, SDM, serta teknologi juga dibutuhkan.

(Ali Subchi)

Komentar