Polri dan PDRM Malaysia Koordinasi Terkait Dugaan Penculikan WNI di Malaysia

Berita, Hukkrim, Nasional213 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA — Seorang wanita warga negara Indonesia (WNI) mengalami dugaan penculikan dan penyiksaan saat berlibur di Malaysia. Untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tragis ini, Polri berkoordinasi dengan Kepolisian Kerajaan Malaysia (PDRM).

Kadiv Hubinter Polri, Irjen Krishna Murti, menjelaskan bahwa kerjasama ini juga melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang.

“Kami berkoordinasi dengan Kepolisian Malaysia dan KBRI serta KJRI Penang untuk menindaklanjuti permasalahan ini dan membuat terang peristiwanya,” ujar Krishna Murti kepada wartawan, Selasa (26/9/2023).

Krishna menyebutkan bahwa kasus ini memerlukan kerjasama lintas negara karena insiden penculikan dan penyiksaan terjadi di Malaysia, dengan para pelaku berasal dari Malaysia. Hal ini membuat Polri tidak dapat mengusut kasus ini secara mandiri.

Dalam konteks motif peristiwa ini, Krishna menjelaskan bahwa penculikan tidak hanya didorong oleh tebusan uang. Ada latar belakang bisnis yang melibatkan suami korban. Namun, karena perbedaan dalam sistem penyidikan antara Indonesia dan Malaysia, ia tidak memberikan detail lebih lanjut.

Namun, yang terpenting adalah bahwa korban, seorang WNI berusia 36 tahun asal Medan, telah selamat. Proses penyelidikan masih berlangsung, dengan semua pihak bekerja sama dengan otoritas Malaysia untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik kasus ini.

“Dia bukan penculikan yang murni minta tebusan ya, ini ada latar belakang lain urusan bisnis antara pelaku dengan keluarga korban, suami korban. Saya tidak bisa detailnya, karena sistem penyidikan Malaysia berbeda dengan Indonesia,” jelasnya.

“Namun semua sedang didalami. Tapi yang terpenting, warga negara tersebut sudah selamat. Nanti kita tindaklanjuti semuanya. Sedang dikoordinasikan dengan otoritas Malaysia,” lanjutnya.

Sebelumnya, perempuan ini diculik oleh tiga pria di Paya Terubong, Malaysia, saat berlibur bersama teman-temannya. Selama beberapa hari, dia dikurung dan disiksa di berbagai lokasi di Malaysia. Beruntungnya, ketiga temannya yang juga diculik berhasil dibebaskan oleh polisi setempat tanpa luka serius.

WNI tersebut akhirnya diselamatkan dari sebuah rumah di Shah Alam setelah suaminya melaporkan kejadian ini kepada polisi. Laporan ini menjadi pemicu bagi Polri dan PDRM Malaysia untuk berkoordinasi guna mengungkap lebih lanjut kasus ini yang mengejutkan banyak pihak.(*)

banner 521x10

Komentar