Puskud Jateng Kembangkan Bisnis Minyak Kelapa dan Pengumpulan Jagung di Grobogan

06/11/2018 21:29:45 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Pusat Koperasi Unit Desa (Puskud) Pangan Jawa Tengah dalam waktu dekat ini, akan melebarkan sayapnya dengan membuka bisnis minyak kelapa yang berpusat di Kabupaten Kebumen serta mengoptimalkan pengumpulan jagung di kabupaten Grobogan.

''Dua Kabupaten ini akan didirikan gudang sebagai penyimpanan dan penampungan usaha tersebut, sehingga gudang jagung bisa menampung ribuan ton,''ujar Ketua Puskud Jateng Wahyudi ketika dihubungi di Semarang, Selasa 6/11/2018).

Menurut dia, selain melakukan penjualan bisnis perberasan premium puskud pangan ini, juga akan memanfaatkan serabut kelapa untuk dijadikan komoditi yang nantinya bisa dijual kembali ke pasar. ''Ternyata serabut kelapa ini banyak yang memerlukan, terutama perusahaan besar yang akan dimanfaatkan sebagai bahan campuran arang.''

Ia menjelaskan, masalah gudang yang di Grobogan akan dioptimalkan sebagai penampungan jagung yang dibeli dari petani dengan pola dirawat sehingga bisa tahan hama. Apalagi jagung ini sudah ada pemesanan buyer seorang pengusaha dari Turki.

''Dalam waktu dekat ini Puskud Jateng akan melakukan kerjasama dengan pihak Turki untuk melakukan ekspor jagung,''paparnya.

Selain dengan Turki, menurutnya, ada bayer lagi dari Negara Dubai yang memerlukan buah-buahan dari Indonesia diantaranya, nanas madu, Salak Banjarnegara, Mangga gadung dari Pamotan Lasem Pati.

''Buah-buahan tersebut akan dibawa ke negara Arab Saudi, tetapi kebutuhan dengan kualitas seperti apa, masih harus menunggu dari sama,''tuturnya.

Wahyudi yang didampingi Wakil Ketua Djazeri dan Sekretaris Mulyadi, optimis dengan melakukan kerjasama bisnis dibidang jagung ini, diharapkan bisa menambah usahanya, selain melakukan penjualan perberasan yang digelutinya selama ini.

Terkait masalah pemerintah yang melakukan impor jagung dari negara lain, Djazeri merasa kecewa terhadap kebijakan pemerintah, meski kebutuhan jagung itu sangat dibutuhkan. Seharusnya pemerintah melakukan pembelian terhadap hasil panen petani sendiri, seperti jagung dan padi pada saat musim panen.

''Pemerintah seharusnya memprioritaskan terhadap hasil panen petani, setelah masih ada kekurangan bisa melakukan impor dari luar,''ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, untuk bisa mensejahtetakan masyarakat petani bersama koperasi, serta pabrikan harus melakukan koordinasi dengan baik sehingga saling menguntungkan.

''Jadi dengan koordinasi dan saling memberi dan menguntungkan antara keduanya, diharapkan bisa menambah kesejahteraan petani,''papar Djazeri.

Mengenai tidak dilibatkan penyaluran pupuk kepada petani, melalui KUD, pihaknya menyadari bahwa penyaluran itu adalah kebijakan pemerintah daerah, sehingga KUD tidak bisa berbuat banyak.

''KUD sekarang ini hanya bisnis dengan menjual beras dengan jenis premium serta usaha-usaha lain yang bisa menghidupi para pengurus dan pengelolanya,''katanya.

Puskud Pangan,menurutnya, supaya tidak ketinggalan dalam mengembangkan bisnisnya, akan melakukan revitalisasi dan regenerasi terhadap para pengurusnya. Sumber daya manusia yang mempunyai jiwa enterprenurship akan segera dipersiapkan.

''Untuk menyiapkan tenaga yang mempunyai jiwa enterpreneurship dalam bidang koperasi, akan dilakukan pendidikan dan latihan secara bertahap dengan melibatkan para tenaga dan mentor yang sukses di bidangnya,''katanya.

Ia berharap, dengan dilakukan diklat terhadap para pengurus dan pengelolanya, yang melibatkan para anak muda nantiya bisa menakhodai KUD-KUD yang berada di daerah.

''Dengan mempunyai jiwa profesional serta enterpreneurship ini, para pengurus dan pengelolanya dalam menjalankan bisnisnya tidak ketinggalan jaman,''pungkasnya.

(Suparman)