Realisasi Target PTSL di Kanwil ATR/BPN Jateng Mencapai 91,36 Persen

25/09/2018 9:20:19 Kategori:

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Realisasi target pensertifikatan tanah sistematis lengkap (PTSL) yang dibebankan Kanwil ATR/BPN Jawa Tengah sebanyak 1,3 juta bidang tanah dalam tahun 2018, kini sudah terealisasi mencapai 91,63 persen sehingga hampir mendekti 100 persen target yang ditentukan.

”Meski target tersebut belum bisa terpenuhi secara keseluruhan, diharapkan akhir bulan Oktober 2018 bisa tercapai. Optimis target itu bisa terealisir dengan baik,”ujar Kakanwil ATR/BPN Provinsi Jawa Tengah Jonahar dalam menjawab pertanyaan inilahonline.com seusai acara HUT ATR/BPN di kantor Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, Senin (24/9/2018).

Dia menjelaskan, meski terdapat kendala dilapangan ternyata bekerja sama dengan Bupati/Walikota dalam melakukan sosialisasi terhadap program PTSL ini, ternyata masyarakat yang mensertifikatkan tanahnya begitu besar, sehingga mendatangi kantor ATR/BPN daerah setempat.

”Jadi target yang sudah terlaksana dengan baik ini, kemungkinan bisa meningkat menjadi 1.450 bidang tanah atau 1,5 juta,’paparnya.

Menurutnya, program PTSL yang dilaksanakan di ATR/BPN Jateng yang kini menjadi rho model secara nasional, dengan target yang sudah memenuhi tersebut akan terus meningkatkan pelayanannya sehingga tahun 2025 bisa tersertifikat secara keseluruhan di wilayah Jawa Tengah.

”Hanya dalam memenuhi target pensertifikatan tanah dari 1,5 juta bidang tanah menajdi 2 juta bidang tanah tahun 2019 ini, diharapkan tidak menemui kendala. Jadi tahun 2023 Kanwil ATR/BPN Jateng sudah selesai melakukan pemetaan secara lengkap,”katanya.

Upacara dengan Irup Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu, ternyata setelah selesai upacara didaulat oleh Kanwil ATR/BPN Jateng untuk menyerahkan sertifikat kepada masyarakat, instansi serta memberikan bea siswa kepada anak sekolah yang mempunyai prestasi baik.

”Kanwil ATR/BPN Jateng juga peduli terhadap masyarakat yang tidak mampu, sehingga memberikan bea siswa bagi anak yang berprestasi,”ujarnya.

(Suparman)