oleh

Rembug Warga Grabag Magelang, Ganjar Ingin Masalah Kekeringan Desa Grabag Bisa Diatasi

INILAHONLINE.COM, MAGELANG

Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo SH MIP rembugan bareng warga kecamatan Grabag Magelang, Kamis (4/10/2018) untuk menyelesaikan persoalan kekeringan yang melanda delapan desa. Selain memberi bantuan air, Ganjar meminta warga menjaga sumber air dengan laku kultural.

Kekeringan yang melanda kecamatan Grabag Kabupaten Magelang telah berlangsung puluhan tahun. Susahnya sumber mata air, membuat warga sangat bergantung pada curah hujan untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari. Salah satunya warga dusun Gatak, Desa Sugihmas, Kecamatan Grabag.

“Ini daerah yang memang cukup parah, tidak ada air sudah berpuluh-puluh tahun. Maka harus dihentikan. Bagaimana caranya? cari sumber air. Ternyata sumber airnya di bawah, maka harus ada rekayasa,” kata Ganjar di depan ratusan warga, delapan kepala desa dan Camat Grabag.

Dalam kondisi yang darurat, kata Ganjar, pihaknya masih terus droping air yang dibantu Damkar, BPBD, TNI/Polri, Kades dan Camat. Pada pemberian bantuan air bersih tersebut, warga membuat penampungan sementara yang setiap hari diisi.

“Tadi bagus dibuat penampungan sementara pakai terpal, sehingga bisa terus dipakai, tinggal dikontrol, habis ditambah. Sambil menunggu musim hujan,” katanya.

Karena kelangkaan sumber mata air tersebut, Ganjar lantas meminta mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Unnes untuk turun tangan berdasar langkah ilmiah. ” Mumpung ini ada anak-anak KKN Unnes, saya kasih PR, gawekno instalasi air. Bagaimana cara ngangkat air dari bawah ke sini,” katanya.

Soal anggaran dan sebagainya, kata Ganjar, biar kades yang merencanakan. Jika mengalami kekurangan, biar kabupaten dan provinsi yang mem-back up. Ganjar pun memerintahkan agar pejabat desa memiliki inisiatif menyelesaikan persoalan tersebut

“Kalau delapan kades punya inisiatif kan bagus, suruh anggarkan dari APBDes, kalau kurang minta kabupaten kurang minta provinsi. Tapi harus ada inisiatif dari masyarakat secara bareng-bareng untuk menyelesaikan. Jangan kita biarkan terus menerus,” katanya.

Selain itu, Ganjar meminta kepada masyarakat agar menjaga sumber-sumber air dengan langkah-langkah kultural. Karena hal tersebut cukup akrab bagi masyarakat. Selain harus melakukan konservasi, banyak menanam termasuk situs-situs air yang ada.

“Ora elok, ojo dirusak Ojo diketok, ono sanksi masyarakat kalau memotong pohon di area konservasi. Mudah-mudahan cara-cara seperti ini bisa melekat. Nuwun Sewu, ojo ngidoni sumur, nguyuhi sumur. Nah yang kayak-kayak gitu untuk merawat agar itu menjadi sumber kehidupan yang Ternyata mereka sangat membutuhkan,” katanya.

Di dusun Gatak, Desa Sugehmas, Kecamatan Grabag kekeringan melanda telah beberapa bulan. Namun terparah saat memasuki dua bulan terakhir. Ihsan, salah satu warga mengatakan dia bersama tetangga-tetangganya harus menempuh jarak 8 km untuk ngangsu (mencari) air.

Selain Sugihmas, tujuh desa juga di kecamatan Grabag dengan 14 dusun. Hampir semua desa mengambil air di dusun Bongkos desa Kali Gunung.

(Suparman)

Komentar