Sukses Juara Taman Herbal, KWT Kentagor Jadi Sasaran Study Banding

Megapolitan1022 Dilihat

INILAHONLINE.COM, BOGOR

Setelah sukses menyandang juara Lomba Taman Herbal, Kelompok Wanita Tani (KWT) Kentagor RW 13 Kelurahan Kencana Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor kebanjiran kunjungan kerja atau study banding dari berbagai daerah di tanah air.

“Dalam sepekan terakhir sudah ada dua kunjungan dari Sukabumi Jawa Barat dan Kabupaten Solok Sumatra Barat, dan diperkirakan kunjungan akan terus berdatangan ke RW 13 Kencana, “ ujar Sekretaris Kelurahan Kencana Iyan Sofyan di Kantornya, Senin (17/12/2018).

Sebetulnya, kata dia, sebelum menyandang juarapun, RW 13 Kencana sering kali menjadi sasaran kunjungan dari berbagai daerah di tanah air, dan juga luar negeri seperti dari Jepang yang melihat langsung pengolahan sampah di TPS 3R. Tercatat sudah ada sekitar 40 kunjungan datang ke wilayah RW 13 Kencana,“ jelasnya.

Pada Kamis (13/12) lalu, KWT Kentagor RW 13 kedatangan tamu dari Dinas Pertanian Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat. Rombongan diterima langsung Sekretaris Kelurahan Kencana Iyan Sofyan.

Selain mengucapkan selamat datang, Iyan juga memaparkan tentang arti nama Kentagor yakni kepanjangan dari Kencana Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor. Termasuk beberapa prestasi yang diraih KWT Kentagor dan terakhir meraih juara I Taman Herbal Bejo. Lomba ini diadakan oleh TP PKK Kota Bogor bekerjasama dengan salah satu produsen jamu.

Ia berharap, kunjungan ini bisa mempererat tali silaturahim dan ada nilai positif yang bisa diambil. “ Kita bisa sharing dan bertukar pengalaman untuk kemajuan KWT kedepannya, “ jelasnya.

Turut hadir menerima kunjungan, ketua RW 13 Karep Raharjo Ketua KWT Kentagor Eka Daryanti, beserta anggota, pelopor dan inovator RW 12 Mikhail Massa dan perwakilan Dinas Pertanian Kota Bogor.

Sebelummya rombongan Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Solok Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Solok Sri Animah Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor Irwan Riyanto di kantor Dinas Pertanian Kota Bogor jalan raya Cipaku.

Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Solok Sri Animah mengungkapkan, kunjungan ini dilakukan dalam rangka studi banding. “Dalam kunjungan ini kami membawa Sarjana Pengusaha Penggerak Pertanian Swadaya (SP3S) untuk berbagi pengalaman dan melihat langsung KWT yang sudah sukses di Kota Bogor,” ungkap Sri.

Dia menyebutkan, di Kabupaten Solok sudah ada yang seperti ini tetapi tidak sukses. Oleh karenanya melalui kunjungan ini diharapkan bisa berbagi pengalaman agar bisa diterapkan di wilayah Kabupaten Solok.

“Dari kunjungan tersebut ke beberapa lokasi kami melihat antusias masyarakat sangat bagus dan punya komitmen. Untuk bertani itu memang harus mempunyai komitmen yang kuat. Disini semuanya sudah bagus dan mudah-mudahan menjadi contoh bagi kami di Solok,” terang Sri.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian Kota Bogor Imam Hanafi mengungkapkan, setelah diterima di Dinas Pertanian rombongan diantar ke beberapa lokasi. Lokasi pertama KWT Bina Tani di Kelurahan Muara Sari yang mengelola olahan buah Pala.

Dari KWT Bina Tani kunjungan dilanjutkan ke kampung Agro Edu Wisata Kelurahan Mulyaharja Bogor Selatan. Disini ada KTD Lemah Duhur dan KWT Ciharashas. “Kami perkenalkan tentang mengelola kampung wisata dan pertanian organik,” jelas Imam.

Lokasi berikutnya lanjut Imam, STTP atau yang sekarang menjadi Polbangtan dan RPH Bubulak. Di Polbangtan rombongan diperkenalkan dengan program Mini Agro Park sedangkan di RPH tentang pengembangan Maggot. “Dan terakhir rombongan kami antar ke KWT Kentagor yang konsen ke pengembangan urban farming,”pungkasnya

(CJ/Yan)

banner 521x10

Komentar