Tiang Tol Becakayu Roboh ? Ini Klarifikasi PT Waskita Terkait Penyebab Robohnya

Nasional805 Dilihat

INILAHONLINE.COM, JAKARTA – Bekisting pier head atau cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton di atas tiang pancang Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timur, dekat Gardu Tol Kebon Nanas, roboh pada Selasa (20/2/2018) dini hari.

Dilansir dari beberapa media, Bekisting pier head adalah cetakan sementara yang digunakan untuk menahan beton kepala pilar (pile cap) selama beton dituang dan dibentuk sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Kepala Divisi III PT Waskita Karya Dono Parwoto menyatakan insiden ini disebabkan oleh jatuhnya bekisting pier head, bukan tiangnya.

“Pada saat dilakukan pengecoran pier head dengan kondisi beton masih basah dan bekisting merosot, sehingga jatuh,” ungkap Dono selaku pimpinan dari divisi yang mengerjakan konstruksi proyek Becakayu melalui rilisnya.

Pekerjaan bekisting seringkali membutuhkan perancah baik itu berupa bambu maupun scaffolding, sebagai penyangga yang menyesuaikan beban yang dipikul. Semakin berat bekisting maka semakin berat beban yang dipikul.

Merespons kecelakaan tersebut, Waskita Karya telah berkoordinasi dengan aparat dan pihak yang berwajib untuk menanganinya. Saat ini, sedang dilakukan investigasi secara internal dan oleh pihak kepolisian untuk mendapatkan data dan informasi mengenai peristiwa tersebut.

“Diharapkan hasilnya sudah keluar dalam waktu 1×24 jam,” ucapnya.

Ia menyampaikan bahwa pihak manajemen Waskita sangat menyesal atas kejadian ini. “Untuk penanganan terhadap korban telah dilakukan,” kata dia.

Semula kecelakaan proyek ini dilaporkan terjadi akibat tiang pancang proyek jalan tol Becakayu ambruk. Namun, pihak PT Waskita Karya memberikan klarifikasinya. Kepala Divisi III PT Waskita Karya Dono Parwoto menyatakan insiden ini disebabkan oleh jatuhnya bekisting pier head, bukan tiangnya.

Kapolres Jakarta Timur, Kombes Pol Yoyon Tony Surya Putra menceritakan kronologi ambruknya yang melukai tujuh orang tersebut. “Tadi pagi 03.40 WIB terjadi kecelakaan kerja proyek Becakayu saat para pekerja melakukan pengecoran,” kata Tony.

Ia mengatakan, selama pengecoran terdapat bracket (siku) yang berfungsi sebagai penyangga saat pengecoran. Dugaan sementara ambruknya tiang itu disebabkan karena bracket kurang kuat.

Menurut Tony, saat pekerja melakukan pengecoran ke dalam tiang, penyangga terlepas hingga material cor jatuh. “Seluruh material cor jatuh ke bawah dan tujuh orang tertimpa material cor,” katanya.

Dari Kejadian tersebut lanjut Tony, enam orang mengalami luka ringan dan dilarikan ke RS UKI Cawang, sedangkan seorang lain mengalami luka berat dan dibawa ke RS Polri Kramatjati.

“Seluruh korban dievakuasi sekitar pukul 04.45 WIB. Kepolisian masih memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki penyebab pasti ambruknya tiang tersebut,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, Proyek Jalan Tol Becakayu merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk mulai tahun 2014 dengan nilai kontrak Rp 7,23 triliun dan memiliki panjang ruas 11 kilometer. (*)

banner 521x10

Komentar