INILAHONLINE.COM, SEMARANG
Universitas Diponegoro (Undip) Semarang tahun ini menyediakan daya tampung atau kuota sebanyak 4.850 calon mahasiswa, dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) , setelah sebelumnya menerima 2.146 calon mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN).
Selain kedua jalur masuk perguruan tinggi itu, Undip juga menyediakan jalur Ujian Mandiri (UM), termasuk didalamnya Seleksi Bibit Unggul Berprestasi (SBUB) bersumber dari calon mahasiswa yang memiliki prestasi Akademik, Seni dan Olahraga serta Jalur IUP (khusus untuk kelas internasional).
”Mulai tahun ini ada hal yang berbeda dalam penerimaan mahasiswa baru di seluruh perguruan tinggi negeri, khususnya jalur SBMPTN,”ungkap Kepala Humas Undip Nuswantoro Dwiwarno di Semarang, kemarin.
Menurut Nuswantoro, Undip sebelum calon mahasiswa mendaftarkan pilihan Prodinya melalui SBMPTN, beberapa waktu lalu, mereka diwajibkan mengikuti Ujian Test Berbasis Komputer (UTBK) yang diselenggarakan secara nasional oleh Lembega Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).
”LTMPT, memberikan kesempatan maksimal dua kali test bagi peserta untuk memperoleh nilai yang digunakan untuk mendaftar SBMPTN,”katanya.
Menurutnya, calon mahasiswa yang sudah diterima melalui jalur SNMPTN otomatis tidak bisa mendaftar SBMPTN dan Mereka yang tidak mengikuti UTBK, juga tidak bisa mendaftar SBMPTN, karena tidak memiliki nilai UTBK yang digunakan sebagai saringan masuk SBMPTN.
Ketua Panitia Pelaksana Penerimaan Mahasiswa Baru Undip 2019, Prof Ir Eddy Rianto MSC PhD menuturkan Undip tidak menentukan passing gradestandard minimal nilai UTBK yang digunakan untuk mendaftar SBMPTN.
Semua peserta yang memiliki nilai UTBK boleh mendaftar dan akan bersaing dengan peserta lain yang memilih prodi atau fakultas yang sama.
Menurutnya, nilai UTBK yang berwenang mengeluarkan lembaga LTMPT, sehingga calon mahasiswa harus betul-betul mencermati dan bisa memprediksi sendiri pilihan prodinya dengan mempertimbangkan PTN mana yang dituju, Fakultasnya, Prodi apa, daya tampung dan keketatan persaingan di prodi tersebut.
Sementara itu, Dr. Bambang Cahyono DeA Kapus Admisi dan Promosi Pendidikan LP2MP Undip menambahkan tahun ini calon mahasiswa yang mendaftar melalui jalur klas Internasional (IUP) mengalami kenaikan tajam demikian juga dengan jalur SBUB. Tahun 2018 ada 407 pendaftar dan ditahun ini ada 740 pendaftar.
“Kalau quota prodi sudah terpenuhi, kita tidak membuka untuk gelombang II jalur IUP, kecuali kalau prodi Saintek masih kosong akan kita buka gelombang II,” terangnya di sela-sela pantauan test wawancara peserta IUP dan SBUB,” ujarnya.
Berdasarkan SK Rektor Nomor 413/UN7.P/HK/2019, Undip tahun ini akan menampung sebanyak 9926 mahasiswa melalui jalur SNMPTN; SBMPTN dan UM.
Sebagai perbandingan, pada 2017 daya tampung Undip sebanyak 9575 dari total pendaftar sebanyak 38.195. Prodi Farmasi sebagai prodi dengan tingkat keketatan yang tinggi untuk kelompok Saintek dan Kelompok Soshum keketatan tertinggi pada Prodi Ilmu Komunikasi.
Pada 2018 Undip menerima sebanyak 9559. Prodi Farmasi memiliki keketatan tertinggi untuk kelompok Saintek dan Prodi Administrasi Bisnis, FISIP untuk kelompok Soshum.
Bersamaan dengan pemeriksaan dokumen mahasiswa yang diterima melalui Jalur SNMPTN yang dilaksanakan mulai Sealasa (18/6), Undip juga sudah membuka pendaftaran melalui jalur UM.
Informasi lengkap sudah kita upload di web Undipwww.um.undip.ac.id; atau melalui saluran telp help desk kami di nomor 08112883688 dan WA 081225611333,” pungkas Prof Eddy Rianto.
(Suparman)





























































Komentar