oleh

UPT Dishub Wil. I Akui Telah Menutup Sejumlah Titik Parkir, Pemkab Bogor Dirugikan Ratusan Juta Rupiah

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Kepala UPT Pengelolaan Prasarana Dan Perlengkapan Perhubungan Wilayah I, Sujana Azahari mengakui telah menutup sejumlah titik parkir di wilayahnya. Menurutnya penutupan sejumlah titik parkir juga terjadi di empat UPT Wilayah lainnya. Dan akibatnya puluhan bahkan ratusan pengelola dan koordinator kini nganggur.

“Benar telah terjadi penutupan sejumlah titik parkir di wilayah I sebagai tindak lanjut Surat Perintah Kepala Dinas Perhubungan. Penutupan juga terjadi empat UPT wilayah lainnya dan akibatnya puluhan bahkan ratusan pengelola dan koordinator parkir dari semua wilayah kini kehilangan pekerjaan,” ujar Sujana yang dikonfirmasi Minggu sore (12/7/2020) melalui telepon selulernya.

Tak hanya itu, katanya, PAD dari sektor retribusi parkir sudah barang tentu turut raib, sehingga target tak tercapai. Untuk TA 2020 targetnya sebesar Rp400 juta, khusus Wilayah I ditargetkan sekitar Rp200 juta, namun sampai saat ini baru mencapai 54%. Penutupan titik parkir di wilayah I baru dilakukan akhir Juli ini. Adapun pengelola, koordinator dan petugas parkir yang kehilangan pekerjaan sekitar 30 orang.

Sebagaimana diberitakan INILAHONINE.COM, Kamis (9/72020) Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor diduga kuat telah melakukan “sabotase” Penerimaan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran (TA) 2020, berakibat penerimaan dari sektor retribusi parkir ratusan juta, bahkan miliaran rupiah “raib”. Bukti adanya dugaan sabotase tersebut dapat dilihat pada Surat Perintah Nomor 5…. Maret 2020.

Adalah Polan (bukan nama sebenarnya) yang mengungkapkan hal itu pada INILAHONLINE.COM, di Cibinong. “Melalui Surat Perintah No. 5…/…, Maret 2020, tertanda Kadishub, tanpa tembusan, telah memerintahkan semua Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolan Prasarana Dan Perlengkapan Perhubungan Wilayah, menutup titik parkir yang dikelolanya,” ujarnya Selasa (6/7/2020) di Cibinong.

Dijelaskan Polan, akibat ditutupnya sejumlah titik lokasi parkir yang berada di semua wilayah (ada lima UPT –red) berakibat penerimaan asli daerah dari sisi retribusi parkir untuk TA 2020 bernilai ratusan bahkan miliaran rupiah hilang. Padahal sebelum ditutup, penerimaan dari retribusi parkir sangat signifikan dan itu sudah berlangsung puluhan tahun. Ia menduga jangan-jangan ini bentuk sabotase PAD.

Tak hanya itu, katanya, selain kerugian dalam penerimaan retribusi, ratusan petugas parkir baik perorangan maupun kelompok masyarakat yang menangani penarikan dan pengelolaan titik lokasi parkir kini kehilangan pekerjaan. Padahal, untuk dapat mengelola titik lokasi parkir terlebih dahulu dibuat perjanjian kerjasama dengan kewajiban setoran harian dan bulanan sesuai kesepakatan.

Sejauhmana kebenarannya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) kabupaten Bogor Ade Mulyana, yang hendak dikonfirmasi Rabu (7/7/2020) kemarin, melalui resepsionist yang bertugas mengaku bernama Selvy, minta kepada INILAHONLINE.COM, menunggu sebentar karena, sedang briefing. Tapinya nyata tidak lama kemudian Ade Mulyana “kabur” pergi keluar kantor tanpa pesan walau hanya sepatah kata.
(Agoeng HP)

Komentar