oleh

Wagub : Penerapan New Normal di Sekolah Jangan Grusa-Grusu

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Berdasarkan data dari https://corona.jatengprov.go.id/, hingga 7 Juli 2020, jumlah warga positif covid sebanyak 5.041 orang, dengan jumlah korban meninggal 429 orang, sembuh 2.457 orang, dan sedang dirawat 2.155 orang.

Memperhatikan kurva kasus covid-19 yang masih fluktuatif, Pemprov Jateng tidak akan grusa-grusu menerapkan aktivitas new normal di sekolah. New normal baru akan dilakukan apabila semua pihak, sudah benar-benar menyiapkan dengan baik.

“Kita perlu persiapkan dengan baik, agar semua nyaman dan aman saat di lingkungan kerja kita, termasuk di sekolah. Jangan terburu-buru atau grusa grusu,” kata Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat menjadi narasumber Workshop Pembelajaran Jarak Jauh dengan aplikasi Teams, di Kantor Gubernur, Selasa (07/07/2020).

Menurutnya, aktivitas sekolah di Jateng pun belum akan dibuka, dan sistem belajar jarak jauh menjadi pilihan. Sebab, pembelajaran jarak jauh setidaknya menjadi alternatif, untuk menekan penyebaran covid-19. Tetapi yang perlu menjadi perhatian adalah kesiapan dalam melaksanakan sistem itu secara baik.

Hanya guru dan siswa harus menguasai teknologi, guru mampu menyampaikan materi yang bervariatif, agar siswa tertarik untuk menyimaknya, ada sarana dan prasarananya, seperti laptop dan kuota. Untuk kuota, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang melobi beberapa perusahaan provider untuk bisa menyediakan kuota dengan harga murah.

“Kita sudah melobi di beberapa provider, untuk bagaimana menciptakan kuota-kuota murah. Nanti bisa sih, semisal begini, dari operator membatasi kuota untuk membuka aplikasi-aplikasi tertentu yang memang sudah disiapkan untuk pembelajaran daring,” ujarnya.

Gus Yasin sapaan akrab Taj Yasin menambahkan, untuk menciptakan pembelajaran yang menarik, beberapa sekolah yang menjadi kewenangan Pemprov Jateng juga tengah melakukan kerja sama dengan Sekolah Cikal.

Sekolah Cikal merupakan sekolah yang didirikan oleh Najelaa Shihab, putri Quraish Shihab. Sekolah itu berdiri di beberapa lokasi di Jabodetabek termasuk di wilayah BSD, Tangerang Selatan.

Kerja sama itu diharapkan menghasilkan guru-guru kreatif, yang mampu membuat siswa menunggu materi-materi yang disampaikan. “Kita berharap hasilnya nanti bisa ditiru oleh lembaga-lembaga pendidikan lainnya,” tandasnya.
(Suparman)

Komentar