Warga Bogor…., Ayo Curhat di Mobil Curhat Layanan Kesehatan, Gizi dan Keluarga Pemerintah Kota Bogor

18/04/2018 20:02:58 Kategori:

INILAHONLINE.COM, BOGOR - Pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang setinggi-tingginya. Dengan perkataan lain, masyarakat diharapkan mampu berperan sebagai pelaku pembangunan kesehatan dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan sendiri serta berperan aktif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat.

Dalam Visi Kota Bogor “Kota Bogor yang Nyaman, Beriman dan Transparan”, lingkungan yang diharapkan adalah yang kondusif bagi terwujudnya keadaan sehat yaitu lingkungan yang bebas polusi, tersedianya air bersih, sanitasi lingkungan yang memadai, perumahan dan pemukiman yang sehat, serta perencanaan kawasan yang berwawasan kesehatan.

Erny Yuniarti, SKM, Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor

Perilaku masyarakat Bogor Kota Sehat yang diharapkan adalah yang bersifat proaktif untuk memeliharadan meningkatkan kesehatan, mencegah risiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit, serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat.

Sejalan dengan Visi Kota Bogor, maka Dinas Kesehatan berkomitmen melalui Visinya yaitu“ Masyarakat Kota Bogor Sehat, Nyaman, Mandiri dan Berkeadilan”, memiliki tujuan meningkatkan perilaku sehat individu, keluarga dan masyarakat serta berperan aktif adalam setiap gerakan kesehatan masyarakat melalui upaya promosi kesehatan yang terintegrasi secara lintas program, lintas sektor, swasta dan masyarakat.

Fenomema di masyarakat sekarang adalah meningkatnya kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM) yang disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat. Perilaku memilih makanan yang tidak sehat serta persepsi yang salah mengenai gizi seimbang memiliki kontribusi yang sangat besar terhadap peningkatan PTM.

Sehingga diperlukan suatu inovasi dari pemerintah untuk penanganan masalah kesehatan dan masalah lainnya.Mobil Curhat merupakan mobil layanan konsultasi keluarga, gizi, dan kesehatan yang merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kota Bogor dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB. Latar belakang dibentuknya mobil curhat adalah untuk mengatasi permasalahan sosial dan kesehatan masyarakat Kota Bogor.

Mobil Curhat yang diluncurkan pada bulan Juli 2014 diharapkan dapat menjangkau semua lapisan masyarakat, menjadi puskesmas/fasilitas kesehatan berjalan yang melayani masyarakat tentang keluarga, gizi, dan kesehatan..

Konsultasi gizi sering digunakan sebagai strategi awal dalam mengatasi masalah status gizi serta menurunkan resiko sindroma metabolic. Konsultasi diberikan bersamaan dengan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), total lemak tubuh, dan lemak visceral menggunakan alat body composition analyzer. Sepanjang tahun 2017, terdapat lebih dari 3000 masyarakat Kota Bogor yang melakukan pemeriksaan dan konsultasi gizi.

Setelah melewati proses entry dan cleaning, maka terdapat 1237 data responden yang digunakan untuk melihat profil status gizi dari masyarakat Bogor yang melakukan pemeriksaan dan konsultasi di Mobil Curhat di tahun 2017.

Data Sebaran Pengunjung Mobil Curhat


Berdasarkan data grafik di atas, pengunjungdengan jenis kelamin Perempuan (64,2%) lebih banyak mengunjungi layanan Mobil Curhat dibandingkan Laki-laki (35,8%). Sedangkan sebaran kelompok usia terbanyak pengunjung Mobil Curhat adalah pada kelompok usia 40-49 tahun (23%).

Data Status Gizi Pengunjung Mobil Curhat

Data status gizi pengunjung Mobil Curhat menunjukkan bahwa hampir separuh dari total reponden memiliki status gizi normal (49%). Sedangkan dengan status gizi berlebih dengan kategori gemuk dan obes berturut-turut adalah sebanyak 31% dan 11%. Angka ini meningkat dibandingkan dengan hasil di tahun 2015 yang sebelumnya adalah 27% untuk kategori gemuk dan 9% untuk kategori obes.

Data Status Gizi Berdasarkan Kelompok Usia

Berdasarkan tabel di atas, dapat dilihat bahwa menginjak kelompok usia 30-39 tahun, persentase responden yang memiliki status gizi lebih (gemuk) meningkat dua kali lipat dibandingkan kelompak usia 20-29 tahun. Peningkatan ini terus terlihat hingga kelompok usia 50-59 tahun.

Hal ini mencerminkan bahwa warga Bogor pada usia dewasa hingga dewasa lanjut cenderung memiliki pola makan yang dan gaya hidup yang kurang sehat. Jika dibiarkan, maka akan meningkatkan resiko terkena penyakit degeneratif di masa mendatang. Dengan demikian, perlu dilakukan upaya promosi tentang gizi seimbang pada kelompok usia tersebut. Pada usia 10-19 tahun memiliki kecenderungan gizi yang berbeda dengan kelompok usia diatasnya. 26,7% remaja memiliki gizi kurang/kurus.

Dari hasil wawancara, 100% usia remaja memiliki persepsi bahwa badan kurus adalah impian mereka, sehingga cenderung para remaja takut untuk mengkonsumsi makanan, melakukan diet yang salah sehingga hanya mengkonsumsi makanan ringan dan bergula. Apabila dibiarkan maka remaja akan kekurangan zat-zat gizi sehingga mengganggu pertumbuhan fisik maupun otak yang akan berpengaruh pada kualitas generasi muda yang akan datang.

Berdasarkan data tersebut, maka diperlukan upaya promotif dan preventif sesuai segmentasi masyarakat. Para remaja umumnya belum menggunakan pikiran rasional untuk menentukan keputusan. Mereka masih mengandalkan aspek psikologis, imitating, serta mudah terpengaruh. Pada sasaran usia remaja layanan mobil curhat perlu adanya inovasi melalui pendekatan psikologi.

Sehingga kedepannnya layanan mobil curhat harus lebih banyak menyasar pada usia remaja melalui sekolah tanpa mengabaikan pelayanan pada masyarakat lainnya. Penanganan masalah gizi masyarakat harus dilakukan dengan berbagai cara salah satunya adalah pemberian informasi serta edukasi yang benar dan lengkap kepada masyarakat dengan melibatkan semua unsur di masyarakat, baik pemerintah, masyarakat, swasta dan akademisi.

Kota Bogor pasti Bisa.

(Advetorial, Laporan Hasil Data Mobil Curhat 2017 (Departemen Gizi Masyarakat, FEMA IPB) yang disampaikan Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erny Yuniarti, SKM)