Wow tak Ngrokok Bisa Lebih Muda 10 Tahun, GERMAS Difabel 2018: Jadi Sehat Itu tak Selalu Mahal

27/04/2018 20:28:29 Kategori: ,

INILAHONLINE.COM, BOGOR - Stop merokok terbukti bisa awet muda 10 tahun dari usia sesungguhnya. Hal ini dialami peserta Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS) Difabel 2018 yang usianya 55 tahun pada 25 April lalu, setelah diperiksa di lantai 3 Diklit RS Marzoeki Mahdi, Jumat (27/4/2018) body agenya baru 45 tahun.

"Wow. Ini luar biasa. Usia bapak 55 tahun, tapi body agenya 45 tahun. Wah, keren," ungkap perawat yang memeriksa Cak Ia, sapaan akrab ayah enam anak: Eibi, Ayy, Yayy, Ine, Maul, dan Ean itu, penuh keheranan. "Masya Allah, terimakasih ini terjadi setelah saya stop ngerokok tiga empat tahun terakhir," ucap arek Suroboyo yang pernah menderita gula darah hingga seribu lebih itu.

Pada pemeriksaan gratis kemarin, gula darahnya 222, kolesterol 242, dan tensi darah 140/90, serta berat badan 60,1 kilogram. "Itu masih bisa dikendalikan, dengan mengatur pola makan, olahraga, dan turunkan lemak perut di bawah 7. Kan sekarang 8," tutur ahli gizi yang bertugas memeriksa sekitar 100 orang difabel daksa dan rungu yang berasal dari Kota dan Kabupaten Bogor di RS H Marzoeki Mahdi itu.

Mereka datang meramaikan kegiatan GERMAS Difabel yang digelar di Aula DIKLIT Gedung Poli Specialist lantai 3 RS H MARZOEKI MAHDI Bogor, Jalan Dr Sumeru No 114, Menteng, Bogor Barat.

GERMAS Difabel mengetengahkan bagaimana cara difabel menjadi sehat dengan Deteksi Dini Penyakit dan membiasakan Perilaku Hidup Sehat serta Konsultasi dan Kontroling Kesehatan di Posbindu yang notabene tidak memerlukan biaya besar. Bahkan, bisa dikatakan sangat murah dibandingkan dengan saat kita sudah mengalami sakit.

GERMAS Difabel juga mengangkat isu kekinian mengenai tingkatan stres yang cenderung naik diawali dengan rasa cemas berlebihan, galau, dan akhirnya berpotensi menjadi depresi.

Selama ini, orang-orang disibukkan dengan aktivitasnya yang full seharian. Dengan beban kerja yang tinggi, polutan udara karena asap kendaraan dan asap rokok, kurang olahraga dan makan tidak memenuhi standar kesehatan sehingga mudah memicu datangnya penyakit. Penyakit tidak menular maupun penyakit menular bisa terjadi karena kondisi tubuhnya lemah terforsir aktivitas dan pikiran yang stres.

"Karenanya, kegiatan GERMAS Difabel 2018 diawali dengan peregangan bagian dari Senam Difabel dilanjutkan dengan Penyuluhan Kesehatan tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat juga Pemaparan Literasi Keuangan yang 'Sehat'. Kegiatan diakhiri dengan Deteksi Dini," ungkap Isna, Sekjen YDAI (Yayasan Diffable Action Indonesia).

Pemeriksaan kesehatan gratis, di antaranya pengukuran tekanan darah (untuk deteksi hipertensi), pemeriksaan kolesterol (untuk deteksi penyakit jantung), pemeriksaan gula darah (untuk deteksi diabetes mellitus), dan pengukuran BMI - Body Mass Index (indeks massa tubuh), serta konseling untuk gizi dan deteksi stres.

Dalam kesempatan ini, dilaksanakan juga Pemaparan tentang literasi keuangan yang merupakan pemaparan rencana keuangan bagi difabel yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan difabel.

"Mengedukasi rekan difabel soal keuangan yang nantinya diharapkan rekan difabel bisa lebih sejahtera secara keuangan. Difabel memiliki hak akan akses dan layanan keuangan yang sama dengan masyarakat non difabel lainnya," ujar Harris Marpaung, Head of Government Relations AXA Services Indonesia.

Peserta GERMAS Difabel 2018 adalah difabel daksa dan rungu, laki-laki dan perempuan, usia produktif dengan berbagai profesi dari Kota dan Kabupaten Bogor. Hadir juga para orang tua difabel dan guru SLB yang memiliki Usaha Mandiri. Kesemuanya berjumlah 100 orang dan sebagian besar adalah anggota DIFFABLE ACTION.

Kegiatan GERMAS Difabel 2018 itu dibuka oleh Plt Walikota Bogor, Ir H Usmar Hariman, dan turut dihadiri oleh Kadinkes Kota Bogor, dr Rubaeah , Dirut RS H MARZOEKI MAHDI, DR dr Bambang ES, Direktur Mandiri AXA General Insurance, Chief Corporate Affairs AXA Indonesia, dan Pendiri sekaligus Ketua Umum Yayasan DIFFABLE ACTION Indonesia, Teguh P.

GERMAS Difabel 2018 di Bogor merupakan bentuk kerjasama AXA Indonesia dengan Kementerian Kesehatan RI. Pelaksanaannya melibatkan Dinas Kesehatan Kota Bogor dan Yayasan DIFFABLE ACTION Indonesia. Kegiatan diwujudkan dalam program CSR untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals di bidang kesehatan yang mengacu pada tujuan AXA Indonesia, "Empower People to Live a Better Life" kata Sylvain Ducros – Diektur Mandiri AXA General Insurance.

GERMAS sendiri adalah kegiatan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, telah berlangsung sejak Juni 2017 dan akan berakhir pada Juni 2018. Kegiatan digelar di 16 kegiatan - kota besar Indonesia (termasuk Kota dan Kabupaten Bogor) yang merupakan kota dimana mitra dan usaha kami terus bertumbuh, kata Benny Waworuntu – Chief Corporate Affairs AXA Indonesia.

"Kami menyambut baik dan mendukung kegiatan GERMAS Difabel ini karena selain sangat bermanfaat bagi rekan-rekan difabel juga sesuai dengan program kerja kami di bidang kesehatan untuk difabel. Alhamdulillah kami bisa mengundang dan menghadirkan rekan difabel daksa dan rungu dari Kota dan Kabupaten Bogor," kata Teguh Prasetyanto, Ketua Umum Yayasan DIFFABLE ACTION Indonesia. (Mochamad Ircham)