Wujudkan Impian Miliki LRT, Semarang Bakal Garap Mega Proyek Kereta

INILAHONLINE.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang semakin meyakinkan bakal menggarap pembangunan proyek dibidang infrastuktur untuk mewujudkan impiannya memiliki Light Rail Transit (LRT), yang akan menelan investsi tahap awal sebesar Rp1,8 triliun.
Mega proyek kereta itu, dijadwalkan akan dimulai pada 2019 dan kini terus digodok bersama Dewan Pertimbangan Pembangunan Kota (DP2K) Semarang.

Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Semarang Irwansyah mengatakan saat ini perencanaan LRT telah sampai pada tahap pembahasan konsep. Bahkan tahap awal LRT Kota Semarang ke depan akan terintegrasi dari Bandara Internasional Ahmad Yani menuju kawasan Jantung Kota.

Menurutnya, pembangunan LRT itu menjadi salah satu prioritas Pemkot Semarang untuk mendukung kemajuan pembangunan kota, selain juga untuk melengkapi transportasi massal yang terintegrasi dengan bandara.

“Proyek ini juga tercantum dalam Perda Nomor 14 tahun 2011 yang menyebut bahwa LRT menjadi salah satu proyek yang telah direncanakan sejak lama,” ujarnya usai mengikuti Forum Group Discussion (FGD) Jalur Khusus Trans Semarang dan Pengembangan LRT Kota Semarang, di Kampus Undip Tembalang, Kamis (12/7).

Ketua Harian DP2K Semarang Prof Sudharto P Hadi menuturkan rencana pembangunan LRT merupakan langkah bagus Pemkot Semarang dalam upaya mengurai kemacetan dan sebelumnya perlu belajar dari kota-kota lain dalam melaksanakan pembangunan fasilitas transportasi itu.

Pembangunan LRT tahap pertama memerlukan anggaran sebesar Rp1,8 triliun dan ke depan akan dibuat sembilan koridor meliputi koridor I Mangkang-Kalibanteng (12,2 km), koridor 2 bandara – Stasiun Tawang (10,1 km), koridor 3 Simpang Lima- Stasiun Tawang – Dr Cipto (8 km), koridor 4 Penggaron-Simpanglima (8,7 km), koridor 5 Dr Cipto-Citarum-Fatmawati (9,4 km), koridor 6 Stasiun Tawang- Pelabuhan (7,3 km), koridor 7 Fatmawati- Bangetayu (6,8 km), koridor 8 Kalibanteng-Pamularsih-Milo (7,8 km) dan koridor 9 Bandara-Madukoro-Pasar Bulu-Cokroaminoto-Simpanglima (8,1 km).

Kasubag Perencanaan Dishub Kota Semarang Joko Santosa mengatakan untuk tahap pertama rencananya akan dibangun mulai Bandara Ahmad Yani sampai ke Pasar Bulu, serta dilengkapi enam sampai delapan unit metro kapsul. Satu unit metro kapsul memiliki kapasitas 80 penumpang, bahkan setiap selang tiga sampai lima menit akan ada metro kapsul.

”Estimasi anggaran dari Bandara sampai ke Bulu itu yang dibutuhkan sekitar Rp1,2 triliun untuk satu track, kalau dua tarck sekitar Rp1,8 triliun,” ujarnya.

Menurutnya, rencana akan ada beberapa stasiun pemberhentian i antaranya Bandara A Yani, PRPP, Madukoro, Pasar Kokrosono dan Pasar Bulu. Selain itu, jalur LRT juga akan diselaraskan dengan jalur Bus Rapit Transit (BRT) Trans Semarang. (Suparman)

banner 521x10

Komentar