oleh

Yansen Salim, Si ‘Tukang Makan’ Pemilik Puluhan Cabang Restoran Ramen

INILAHONLINE.COM, JAKARTA

Berawal dari kegemarannya makan dan memasak, Yansen Salim pun memutuskan keluar dari jalur keilmuan akademiknya untuk memulai bisnis kuliner.

“Saya sangat menghargai makanan. Makanan itu seni. Makanya saya geluti ini,” ujar Yansen yang merupakan Sarjana Hukum Universitas Pelita Harapan.

Salah satu restoran milik Yansen Salim

Ingin menghadirkan kuliner yang berkualitas, Yansen pun belajar teknik memasak ke negeri sakura Jepang serta Singapura. Masakan Jepang, terutama ramen pun dipilih sebagai menu unggulan diusahanya.

“Makanan Jepang itu sehat, macamnya banyak. Orang Indonesia itu suka makan mie,” ucapnya.

Dengan modal hasil penjualam sisa aset mendiang orangtuanya, pada 2004 ia pun mulai mendirikan restorannya dengan brand Ikkudo Ichi.

Yansen Salim di Restoran Indomen Miliknya

Tak sia-sia, usaha pria kelahiran 26 Juni 1987 ini pun membuahkan hasil. Terbukti, hingga Desember 2019 ini ia telah berhasil membuka 32 cabang usaha kulinernya di Indonesia.

“Desember ini kita buka dua lagi di Bandung. Kalau omzet tidak bisa diungkapkan, cuma untuk cabang (Mal) Kokas saja sebulan 70 ribu mangkok,” katanya kepada Inilahonline.com

Menurut Yansen, kunci suksesnya yaitu bisa mengetahui selera rasa dari masyarakat Indonesia. “Saya belajar masak di Singapura dan Jepang. Kita ambil mereka punya teknik masak, kita aplikasikan masakan Jepang dengan cita rasa lidah orang Indonesia,” ungkapnya.

Melayani pelanggan dengan ramah

Meskipun memiliki empat brand yaitu Ikkudo Ichi, RamenYa, Sushi Sen dan Sumoboo, namun Yansen tidak membuka sistem franchise untuk mengembangkan usahanya. “Tidak ada franchise, ini untuk menjaga kualitas,” terangnya.

Dengan menu andalan ramen, Yansen pun bertekad bisa go internasional. Rencana pun telah dibuat untuk bisa mendirikan cabang usahanya di Australia pada 2020 mendatang.

“Tahun depan di Australia dan rencana 2021 kita masuk eropa. Di sana ada juga market ramen. Kita mengadaptasi kultur Jepang, dengan menggunakan produk lokal, tapi bisa go internasional,” tutur pria yang juga pernah berkuliah di Universitas Indonesia ini.

Saat ini, Yansen pun juga merambah bisnis lainnya, seperti beauty clinic dan juga penyedia jasa security.

(Badar)

Komentar