oleh

100 Orang Peserta Se-Indonesia Ikuti Pelatihan K3, Rigger dan Forklift Di PPSDM Migas

INILAHONLINE.COM, CEPU – Sedikitnya 100 orang peserta dari seluruh Indonesia yang berasal dari perwakilan daerah berbagai Kabupaten mulai dari Aceh Tamiang sampai Sorong Papua Barat telah mengikuti pelatihan Operator Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Operator Pesawat Angkat Unit Rigger dan Operator Pesawat Angkat Unit Forklift di PPSDM Migas Cepu, Jumat (4/2/2022)

Pelatihan yang berlangsung selama tiga minggu yang dimulai dari tanggal 10 Januari hingga 2 Februari 2022 itu. juga  melakukabn uji sertifikasi 3 hari. Peserta tersebut dari berbagai Kabupaten yang ada di Indonesia khusunya daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan danTerluar). Pelatihan program bantuan masyarakat dari Kementerian Energi danSumber Daya Mineral ini dilanjutkan dengan program sertifikasi uji kompetensi personil.

Koordinator Penyelenggara Pengembangan Sumber Daya Manusia, FX Yudi Triyono yang mewakili Kepala PPSDM Migas Cepu mengatakan, Kementerian ESDM berperan aktif dalam meningkatkan SDM pada masyarakat tertentu dan mengadakan pelatihan kepada masyarakat dalam hal ini diperuntukan untuk masyarakat dari daerah penghasil dan atau daerah yeng menyelenggarakan kegiatan bidang energi dan sumber daya mineral.

“Program Bantuan Masyarakat tersebut diselenggarakan berdasarkan DIPA PPSDM Migas Tahun Anggaran 2022. Pelatihan program bantuan masyarakat ini dilanjutkan dengan program sertifikasi uji kompetensi personil,” jelas Yudi, pada saat menutup secara resmi pelatihan tersebut.

Lebih lanjut Yudi Triyono berharap agar peserta tetap menjaga kedisiplinan dan apa yang telah mengikuti pelatihan ini, diharapkan para peserta akan memperoleh tambahan ilmu, sehingga dapat meningkatakan pengetahuan, keahlian dan perilaku selama mengikuti pelatihan.

“Dengan mengikuti pelatihan ini, saudara memperoleh baik itu ilmu, keahilan maupun perilaku selama mengikuti pelatihan dan uji kompetensi di PPSDM Migas, agar nantinya dapat diimplementasikan pada dunia kerja,” harapnya.

Selain itu Yudi menuturkan, BPSDM ESDM melalui PPSDM Migas selalu berusaha untuk berperan aktif dalam meningkatkan kompetensi anak2 bangsa, karena salah satulangkah penting yang dapat memastikan kompetensi seseorang yaitu melalui pelatihan2 khusus dan kepemilikan sertifikasi profesi.

“Dengan adanya sertifikasi maka keahlian seseorang di bidangnya telah terbukti memenuhi kriteria dan standar nilai tertentu yang telah ditetapkan oleh sebuah lembaga atau departemen terkait,” ucapnya.

Masih kata Yudi, bagai peserta yang telah mengikutyi pelatihan ini, maka telah memiliki sertifikasi kompetensi tersebut yakni, menjadi salah satu cara utama untuk membuktikan kompetensi seseorang di dalam profesionalisme dibidang kerja.

Sementara itu Wakil Bupati Blora, Tri Yuli Setyowati yang hadir dalam acara penutupan diklat masyarakat tersebut pada Rabu yang baru lalu (02/02/2022) mengucapkan selamat kepada seluruh peserta pelatihan.

“Saya mengucapkanselamat kepada anak-anak ku semua dan terima kasih kepada PPSDM Migas atasterselenggaranya program ini dan kami berharap kegiatan ini dapat terus ada dimasa yang akan datang karena untuk ikut memajukan sumber daya manusia di daerah Kabupaten masing-masing’’, pinta Tri Yuli

Bupati Blora juga menyampaikan selamat kepada seluruh peserta pelatihan karena telah lulus pelatihan dan uji sertifikasi dengan sangat baik. “Tentunya tidak berhenti sampai di sini. Bangun jejaring komunikasi yang baik sesama teman melalui media sosial. Berikan informasi yang positif dan bermanfaat untuk teman dari berbagai kabupaten’’, harapnya.

Seklain itu Bupati Blora juga menyampaikan, bahwa setelah kembali di daerah masing-masing agar peserta dapat terus mengupgrade skill agar siap terjun langsung di dunia lapangan kerja. “Ilmu dan keahlian yang diperoleh selama di PPSDM Migas dapat memberikan manfaat untuk diri sendiri, keluarga, masyarakat dan untuk Indonesia’’, pesannya kepada para peserta pelatihan yang sudah lulus.

Pada kesempatan yang sama, Pemimpin pelatihan Suntoro dalam laporannya menyampaikan bahwa terdapat 4 orang peserta berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang dan 2 peserta dari Lhokseumawe. Dari pulau Sumatera terdapat 4 peserta dari Jabung Tanjung Barat Jambi, serta dari Riau terdiri dari 2 peserta dari Rokan Hilir, 2 orang dari Bengkalis, 2 orang dari Kampar dan 2 peserta dari Dumai.

“Sementara itu, 4 peserta dari Natuna, Kepulauan Riau dan 8 peserta dari Prabumulih Sumatera Selatan. Selain itu, 6 peserta pelatihan berasal dari Kabupaten Indramayu Jawa Barat, 5 orang dari Kabupaten Blora dan 4 orang dari Kabupaten Cilacap Jawa Tengah, 6 orang dari Kabupaten Sumenep, 3 peserta dari Kabupaten Tuban dan 5 orang dari Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

“Dari Pulau Kalimantan terdiri dari 4 peserta berasal dari Balikpapan, 4 peserta dari Tarakan dan 6 peserta dari Tabalong. Sedangkan 7 orang peserta dari Seram Bagian Barat, 4 peserta dari Kepulauan Aru Maluku, serta 7 orang peserta dari Teluk Bintuni dan 9 orang peserta dari Sorong Papua Barat,” imbuhnya. (Wien Eko)

banner 521x10

Komentar