oleh

15 BUMDes di Jateng Realisasikan Usaha Pertades

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Sedikitnya 15 badan udaha milik desa (BUMDes) di berbagai daerah di Jawa akan merealisasikan bisnis pengadan bahan bakar minyak (BBM) untuk melayani kebutuhan konsumen di kawasan pedesaan dengan mendirikan Pertamina Desa (Pertades).

Anggota Tim Ahli Pertades Sardi AK SH mengatakan 15 Pertades itu tersebar di 4 Kabupaten di Jateng meliputi Kabupaten Kebumen, Pati, Blora dan Banjarnegara. Saat ini sedang dilakukan persiapan untuk memulai pembangunan konstruksi seraya menunggu selesainya proses perijinan, termasuk ijin dari Pertamina.

“Pertades akan dikelola bersama dengan PT Mutiara Teknologi Indonesia ( MTI ), mitra kerja BUMDes,” ujar Sardi yang juga mantan Ketua Umum DPP Asosiasi Badan Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Perdesaan, di Semarang, Senin (27/4/2020).

 

Menurutnya, seperti dilansir Semarangpedia.com bahwa selain 15 BUMDes itu, masih ada sejumlah BUMDes di Jateng yang sedang menyiapkan diri untuk mendirikan Pertades, mereka dari sisi manajemen telah memiliki pengalaman dalam mengelola usaha air minum di desa yang tergabung dalam Kelompok Pengelalo Sarana Penyediaan Air Minum & Sanitasi (KP- SPAM).

Karena itulah, lanjutnya, dalam upaya menggerakkan ekonomi di kawasan Perdesaan BUMDes kembali akan diberdayakan dengan menerjuni bisnis BBM. Kehadiran Pertades sekaligus merupakan respon terhadap Peraturan BP MIGAS no. 6 tahun 2015.

Dia menambahkan menggeliatnya ekonomi perdesaan sekaligus akan memacu upaya-upaya untuk mewujudkan desa yang mandiri, ini dambaan bagi seluruh warga desa.

Direktur Operasional PT Mutiara Teknologi Indonesia Imam Anshori menuturkan perusahaannya siap mendampingi BUMDes yang berkeinginan untuk memiliki usaha Pertades.

Menurutnya, PT MTI selaku pemprakarsa program ini akan siap bergandengan tangan dengan BUMDes di manapun agar program ini segera dapat diwujudkan untuk memberdayakan BUMDes hingga tekad mewujudkan desa mandiri bisa cepat tercapai.

“Ini sudah menjadi komitmen kami dalam upaya mendorong percepatan pembangunan perekonomian di wilayah perdesaan melalui pemberdayaan BUMDes,” tuturnya
(Suparman)

Komentar