oleh

ACT DIY dan Korem/072 Pamungkas Menggelar Gathering ‘Menyatukan Indonesia dengan Kepedulian’

INILAHONLINE.COM, YOGYAKARTA

Merespon dampak konflik kemanusiaan di Wamena, Papua serta pemulihan pasca bencana gempa Ambon, ACT DIY berkolaborasi dengan Korem 072/Pamungkas menggelar Gathering, Sabtu (5/10).

Bertemakan ‘Menyatukan Bangsa dengan Kepedulian’, ACT mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk selalu peduli terhadap dampak bencana alam maupun konflik kemanusiaan yang sedang terjadi Indonesia, “Setidaknya ketika ada bencana alam yang melanda kita bisa hadir dan memposisikan diri menjadi relawan untuk turut memberi bantuan, atau setidak-tidaknya kepedulian kita berupa kedermawanan dapat membantu meringankan duka saudara sebangsa,” terang Bagus Suryanto, selaku Kepala Cabang ACT DIY.

Sementara itu Ronang Sasiarto selaku Pasi Binkomsos Korem 072/Pamungkas menyampaikan, kita harus selalu mawas diri, menjaga persatuan dan kesatuan, karena ancaman era saat ini tidak hanya militer tetapi juga nir militer seperti perang proxy, “kita bisa melakukan yang terbaik untuk bangsa ini, sesuai tugas kita masing-masing, jangan sampai ketika kita mendapat seruan kemanusiaan masih pikir-pikir,” ujarnya.

Menanggapi kondisi Papua saat ini, Ronang berpasan untuk semuanya menjaga persatuan dan kesatuan, “jangan sampai kita sebagai bangsa yang besar dan beragam ini mau diadu domba untuk saling membenci, dan mohon do’a nya semoga personil-personil TNI yang saat ini sedang bertugas selalu diberi keselamatan,” terangnya.

Bagus Suryanto manambahkan “di banyak kesempatan ACT sebagai lembaga kemanusiaan sering berkolaborasi dengan TNI untuk menanggulangi dampak bencana, mulai dari pemberangkatan kapal kemanusiaan ke Lombok, kapal kemanusiaan ke Palu, sampai yang terakhir yaitu proses evakuasi dan pemulangan masyarakat di Wamena, Papua,” ujarnya.

Sampai saat ini, ACT tengah memulangkan ribuan masyarakat di Wamena untuk sementara dapat pulang ke kampung halaman agar bertemu keluarga besarnya, dampak bencana ini telah banyak merenggut jiwa, harta benda bahkan trauma yang mendalam bagi warga yang terdampak, “di Wamena sudah 33 jiwa meninggal dunia dan 12 ribu warganya menjadi eksodus akibat konflik kemanusiaan, sementara di Ambon saat ini masih proses pemulihan pasca bencana gempa bumi,” tutupnya.

(CJ/Nasrudin)

Komentar