Akses Jalan Menuju Sejumlah Desa Terisolir di Bogor Akibat Bencana Banjir dan Tanah Longsor Berhasil Dibuka

Berita, Megapolitan614 Dilihat

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) beserta Dinas PUPR Kabupaten Bogor berhasil membuka akes jalan menuju beberapa desa terisolir di Kecamatan Sukajaya akibat bencana banjir dan tanah longsor.

“Kemarin sebelumnya akses jalan terputus di Desa Harkat Jaya. Hari ini mulai terbuka hingga hampir Desa Urug yang sebelumnya terisolir kini sudah berhasil dibuka,” ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupten Bogor, Burhanudin kepada wartawan di Mako BPBD Kabupaten Bogor di Cibinong, Selasa (7/1/2020).

Menurut Burhanudin, hasil laporan Sekcam Sukajaya menyebutkan, bahwa akses jalan menuju desa terisolir dan terdampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor sudah mulai terbuka dan bisa dilewati kendaraan roda dua dan lainnya.

“Untuk mempercepat pembukaan akses jalan yang terisolir tersebut, telah dikerahkan sejumlah alat berat yang akan diarahkan ke jalan menuju desa-desa terisolir seperti Desa Cisarua, Cileuksa, Pasir Madang, Kiara Sari, Urug, dan Kiara Pandak,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Burhanudin menjelaskan, selanjutnya alat berat seperti beco akan dirahkan menuju ke enam desa tersolir tersebut, ada yang satu desa dua alat berat beko dan juga ada yang satu desa satu alat berat beko sesuai kebutuhannya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sukajaya Ridwan menjelaskan, dengan terbukanya akses jalan itu warga Kecamatan Sukajaya membutuhkan bantuan armada truk dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mengangkut sampah.

“Pascabencana alam banjir bandang dan longsor, jumlah sampah baik puing-puing dan lainnya itu banyak sekali hingga kami membutuhkan bantuan armada truk sampah,” tuturnya.

Masih kata Ridwan, dengan terbukanya akses jalan, maka penyaluran bantuan logistik, obat-obatan, pakaian bekas dan lainnya akan lebih mudah dan lancar dilakukan. Karena sebelum akses jalan dibuka, wilayah desa itu terisolir dan tidak bisa dilalui kendaraan.

“Kalau kemarin untuk menyalurkan bantuan logistik, obat-obatan, pakaian bekas dan lainnya ke desa terisolir kita membutuhkan helikopter,” imbuhnya.

Ridwan juga sangat berharap, dengan terbukanya akses jalan tersebut, maka pihaknya berharap agar komunitas motor dan mobil offr road kuga akan lebih mudah menembus ke desa-desa terisolir untuk ikut membantu para korban banjir dan tanah longsor,

(Kristian Budi Lukito)

banner 521x10

Komentar