Aliansi Ormas dan LSM di Bekasi Gelar Rembug Bareng Untuk “Jaga Bekasi”

Tak Berkategori47 Dilihat
Rembug Bareng bertajuk “Jaga Bekasi” yang dihadiri 56 pimpinan Ormas, LSM dan Organisasi Profesi di Wilayah Kabupaten Bekasi telah menghasilkan sembilan kesepakatan

INILAHONLINE.COM, BEKASI – Aliansi Ormas (organisasi Masyarakat) dan lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Bekasi menggelar Deklarasi Jaga Kabupaten Bekasi.

Pertemuan antar Ormas dan LSM itu dengan maksud dan tujuan sebagai upaya menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman dan damai di Kabupaten Bekasi. 

Seditinya ada 56 pimpinan Ormas dan LSM di wilayah Bekasi terlibat dalam momentum Rembug Bareng yang digelar di Resto Warna Warni, Cibitung, Rabu (12/11/2025). 

Ada sembilan hal dibahas dalam Rembug Bareng Ormas dan LSM tersebut. Diantaranya, untuk menciptakan iklim investasi yang aman, nyaman, damai dan kondusif di Kabupaten Bekasi

Dalam kesempatan itu, dalam Rembug Bareng ini, Bupati Bekasi diminta memfalisitasi Ormas dan LSM agar bisa bekerjasama dengan perusahan-perusahaan industri yang baru, dan tanpa mengganggu kerjasama yang sudah berjalan.

“Ada banyak perusahaan baru ke depan, dan kita berharap pak Bupati dapat memfasilitasi kami untuk bekerjasama. Kami setuju, atas masukan para pimpinan Ormas dan LSM untuk tidak mengganggu kerjasama industri yang sudah berjalan,” kata HM Zaenal Abidin

Menurutnya, dengan berbgaio masukan dalam Rembug Bareng itu, pihaknya setuju atas saran dan pendapat sejumlah Ormas dan LSM yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi. Terlebih jika kerjasama industri tersebut terjalin dengan pengusaha pribumi. 

Adapun usulan-usulan disampaikan sejumlah pimpinan Ormas, organisasi profesi dan LSM sebagai berikut :

  1. Samsudin GARDA Bekasi : Banyak pabrik baru agar dibagi pengelolaan limbah ke ormas, minimal sampah area perusahaan besar bisa dikelola. Pembuatan LPK untuk mengakomodir soal pengangguran dan usaha dari setiap desa (untuk pelatihan dan dikelola oleh desa).
  2. Minin Muslim JAJAKA : Banyak oknum memanfaatkan lahan lahan basah. Banyak warga yg digusur alasan bangli tanpa kerohiman, dibiarkan terlantar. Utamakan kontraktor pekerjaan di Kabupaten Bekasi berasal dari pengusaha Kabupaten Bekasi. Pekerjaan dan pengangguran masih banyak.
  3. Doni Ardon SMSI : Pemanfaatan potensi anggaran di Diskominfo dikerjasamakan dng organisasi perusahaan media konstituen Dewan Pers dlm hal verifikasi perusahaan pers.  Libatkan SMSI selaku konstituen Dewan Pers.
  4. Jito FORMASI : Siap mengawal pemerintahan Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, mengawasi kinerja SKPD. Banyak sarjana yg msh menganggur.
  5. Eko LMP : Semua ormas/LSM jangan mau diadu oleh pengusaha yg punya kepentingan pribadi.
  6. Marpaung BRIGEZ : Banyak warga yang tinggal di Bangli digusur yang berasal dari wong cilik. Pasca penggusuran akan dibuat apa ? Bentuk Tim Pengentasan Pengangguran. Pajak transaksi penjualan limbah tidak dibebankan kepada pengusaha limbah. Regulasi limbah yang bernilai ekonomis.
  7. Ebong Hermawan AOB : Mari kita jaga dan mengawal kepemimpinan Bupati Bekasi dan Wakil Bupati Bekasi yang merupakan putra daerah asli Kabupaten Bekasi untuk menata Kabupaten Bekasi lebih baik.  Tidak setuju dengan ucapan Gubernur melabel Bupati Bekasi sebagai RAJA BONGKAR.
  8. Suranto PUSBAKUM : Momen Rembug Bareng harus berkelanjutan, minimal setiap bulan, mengundang SKPD dan Wakil Rakyat ajak diskusi di luar kantor, AOB tetap membiayai. (PH)
banner 521x10

Komentar