oleh

Aneh, Titik Parkir Ditutup, Tapi Masih Disuruh Setor

INILAHONLINE.COM, CIBINONG

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor Melalui Surat Perintah No. 5…, tertanggal Maret 2020, tertanda Kadishub, tanpa tembusan, telah memerintahkan semua Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolan Prasarana Dan Perlengkapan Perhubungan Wilayah, menutup titik parkir yang dikelolanya. Tapi Anehnya, Titik Parkir Ditutup, Masih Disuruh Setor. Benarkah ?

Adalah salah satu koordinator sebut saja Polan (bukan nama sebenarnya) yang mengungkapkan hal itu pada INILAHONLINE.COM, pekan lalu di Cibinong. “Bagi saya ini aneh, titik parkir sudah ditutup, tapi kami masih tetap diminta setor. Dan saya telah menyetor dari bulan Maret hingga Mei 2020,” ujarnya Kamis (29/7/2020) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong.

Dijelaskannya, untuk tiga bulan dimaksud (Maret, April dan Mei-red) ia telah menyetor retribusi parkir sebanyak Rp34,8 juta. Setoran dilakukan pada Maret 2020 lalu. Polan mengaku kordinator pemungutan retribusi parkir di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolan Prasarana Dan Perlengkapan Perhubungan Wilayah I Cibinong yang dipimpin Sujana Azhari.

Menurut Polan, jika memang sejumlah titik parkir ditutup, apalagi alasannya untuk penertiban, sudah barang tentu tidak ada lagi kewajiban setor. Tapi ini masih diminta setor. “Saya kawathir uang retribusi parkir yang kami setor tidak masuk ke kas daerah. Kalau pun masuk, maka uang dimaksud tidak sah sebagai retribusi parkir dan harus dikembalikan,” tandasnya.

Terkait adanya Surat Perintah Nomor : 5…, tanggal Maret 2020, tertanda Kadishub, tanpa tembusan tersebut, Sujana selaku Kepala UPT Wilayah I membenarkan pihaknya telah melakukan penutupan di wilayahnya. Ia pun membenarkan jika ada koordinator yang menyetor sebesar Rp34,8 juta per Maret 2020, dan telah disetor ke kas daerah. “Ada bukti setornya,” ucap Sujana. Ditambahkannya, untuk wilayah I ada tujuh korrdinator, tapi yang setor hanya dua.

Diterangkannya, penutupan sejumlah titik parkir di seluruh Kabupaten Bogor dilakukan dalam rangka penertiban lantaran bertentangan dengan peraturan yang ada saat ini. Untuk itu kepada para pengelola dan koordinator parkir agar menggali potensi yang ada tanpa harus melanggar ketentuan. Diakuinya penutupan itu berakibat hilangnya pendapatan bagi para pemungut parkir.

Sebagaimana diketahui, Kadishub Ade Mulyana pada Maret 2020 menerbitkan Sprint berisi memerintahkan pada semua kepala UPT (ada lima UPT) untuk menutup titik parkir pada wiayah yang pengelolannya melalui pemungutan retribusi parkir dengan memberhentikan kendaraan bermotor di tepi jalan umum. Sprint tersebut telah ditindak lanjuti oleh para Kepala UPT. (Agoeng HP).

Komentar