oleh

Anggota Polres Wonosobo Diciduk BNNP Jateng Edarkan Sabu 500 Gram

INILAHONLINE.COM, SEMARANG

Anggota Polres Wonosobo berpangkat Brigadir berinisial DWS (34) ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jateng. Anggota Polisi ini ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan peredaran sabu- sabu dengan barang bukti setengah kilogram atau 500 gram.

Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Benny Gunawan mengatakan, penindakan terhadap anggota polisi ini berawal dari penangkapan terhadap pria berinisial HS saat turun dari bus di Terminal Solo pada Senin (7/12).

“Penangkapan ini awalnya kami mendapat informasi terkait adanya narkoba yang dibawa dari Jakarta menuju Semarang. Dari informasi inilah kami terus mengembangkan, sehingga HS kami tangkap saat turun dari bus,” ungkap Benny saat gelar perkara di kantornya Jalan Madukoro Raya Semarang, Kamis (17/13/2020).

Menurutnya, saat dilakukan penggledahan pihaknya menemukan sabu- sabu seberat setengah kilogram yang dibawa HS, yang terbagi empat klip sabu- sabu itu, disimpa di dalam tas yang dibawanya.

“Dari pemeriksaan lebih jauh keterlibatan dan jaringan siapa saja, akhirnya muncul nama Brigadir DWS yang tercatat sebagai anggota Polres Wonosobo,” terangnya.

Meski demikian, lanjut Benny, dari pengakuan HS barang terlarang yang diduga bernilai ratusan juta tersebut merupakan narkoba pesanan DWS. “Dari pengakuan ini kami menuju Wonosobo untuk melakukan penangkapan terhadap DWS,” ujarnya.

Setelah menangkap DWS, pihaknya terus mengembangkan kasus ini dan akhirnya berhasil menangkap HCA, yang merupakan rekanan dan jaringan DWS dalam melakukan bisnis terlarang tersebut.

“Terkait DWS dari hasil pemeriksaan sudah tiga kali memesan dan menerima barang terlarang tersebut untuk diedarkan. Dua kali berhasil lolosb dan satu kalinya ini berhasil kami tangkap,” ujar Benny Gunawan.

Sementara itu, Direktur Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya Polda Jateng Kombes Agung Prasetyoko mengatakan, apa yang dilakukan DWS pihaknya terus melakukan pengembangan untuk mengetahui adakah anggota lain yang ikut terlibat dalam kasus ini. Apakah ada sabu- sabu yang diedarkan oknum polisi ini kepada polisi lain atau hanya dia saja. Ini yang masih kami dalami bersama tim BNNP,” ujarnya.

Tentang sangsi apakah yang dilakukan kepada DWS, Kombes Agung mengatakan, akan melihat proses dari Propam Polda Jateng. “Untuk proses pemberhentian tidak hormat (PTDH), ada tim yang mempeoses internal dari Propam Polda, tetapi harus melalui peradilan umum dan internal,” ujarnya.

Komentar